oleh

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kades Rajamandala Memohon Maaf Kepada Masyarakatnya

TASIKMALAYA, (PERAKNEW).- Pemerintah Desa Rajamandala, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tahun 1440 H, pada Rabu (28/11/2018), di Gor Desa Rajamandala.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Pejabat MUSPIKA Rajapolah, Ketua BPD, Tatang Abdul Haq, S.Ag., M.Pd., Ketua LPM, Karsono, Ketua MUI Desa, Ustadz Nanang Nurhayat, Ketua RT/RW, Aparatur Pemerintahan Desa, Tokoh Masyarakat dan Ratusan Jama’ah Desa Rajamandala dan sekitarnya.

Menyelenggarakan pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW itu, salah satu bukti memelihara kecintaan kepada rasulullah dan mari tauladani akhlak rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian diungkapkan Kepala Desa Rajamandala, Sugianto saat ditemui di kantornya, Kamis (29/11/2018) siang, “Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu kewajiban sebagai umat Islam untuk menegakan ukhuwah Islamiyah dan menjalin silaturahmi antar pemerintah desa dengan masyarakat, serta mewujudkan visi dan misi Desa Rajamandala, yaitu salah satunya religius Islami, karena kita berpegang teguh terhadap agama Islam,” tuturnya.

Selain itu, Sugianto juga berharap, “Masyarakat jangan sungkan datang ke kantornya, karena itu rumah masyarakat juga, agar tidak ada jarak sehingga mudah untuk berkomunikasi dan berkoordinasi, karena masyarakat wajib mengawal atau mengawasi program-program pemerintah desa khususnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, pengajian rutin bulanan belum terselenggara di Pemerintah Desa Rajamandala, karena kemarin tempatnya masih kumuh dan sekarang diakhir masa jabatanya, sudah selesai pembangunanya, serta semoga kedepan, siapa pun itu kepala desanya, nanti agenda pengajian rutin bulanan bisa dijalankan.

“Mohon ma’af kepada seluruh Masyarakat Desa Rajamandala, selama menjabat sebagai kepala desa yang tinggal beberapa bulan lagi habis masa jabatan, tepatnya awal Bulan Mei 2019 mendatang, banyak kesalahan, kekhilapan dan kekurangan jauh dari kata sempurna,” pungkasnya memohon ma’af. (Fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya