Pentas PAI Pekan Kreativitas Siswa di SDN Pamanukan V

oleh -5 views
Pentas PAI Pekan Kreativitas Siswa di SDN Pamanukan V

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) se-Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang gelar Pekan Kreativitas Siswa (PKS) dan Seni Pendidikan Islam terselenggara di SDN Pamanukan V, memakan waktu dua hari 26-27 Febuari 2019. Acara ini merupakan lomba kecerdasan dan keterampilan anak sekolah dasar dibidang agama islam.

Adapun peserta yang mengikuti perlombaan ini sebanyak 36 sekolah dasar, baik swasta maupun negeri yang ada di Kecamatan Pamanukan, sesuai dengan tema “Raih Prestasi, Jalani silaturahmi dan Junjung Tinggi Sportivitas”.

Seperti yang diungkapkan oleh staf Korwil Pendidikan Pamanukan, Drs. Iin Insani, “Pentas PAI ini sangat penting untuk momentum memperkokoh niat dan sikap kita untuk mewujudkan anak-anak bangsa yang berkarakter,” ungkapnya kepada Perak.

Sementara, Kepala SDN Pamanukan V yang menjadi tuan rumah acara, Teti mengatakan, “Tujuan Pentas PAI adalah untuk memberikan Motivasi kepada peserta didik supaya lebih semangat untuk mempelajari dan mencintai pelajaran pendidikan agama islam,” ujarnya sambil tersenyum.

Dalam acara tersebut, ada empat (4) perlobaan yang digelar, yaitu 1. Olimpiade Sains Nasional (OSN) meliputi OSN IPA, juaranya, bernama Nuha Nadhifah dari SDN Baktisari dan OSN Matematik, juaranya Alfia Zahra Tushifa dari SDN Sukamulya.

  1. Festipal Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) meliputi Lomba Gambar Bercerita, juaranya bernama Melani Omei dari SDN Bunda Maria, Lomba Menyanyi Solo, juaranya bernama Kyli Alesia dari SDN Bunda Maria, Lomba Pidato, juaranya Hazmi Khoerum Nisa SDN Karya Utama, Lomba Ngadongeng, juaranya Siti Humairoh SDN Medangsari.

3. Festopal Lomba Literasi (FL2N) meliputi lomba menulis cerpen, juaranya Akbar Rizki Adara dari SDN Ekasari, lomba baca puisi, juaranya Citra Amelia SDN Ekasari, terakhir ke 4. Sapta Lomba PAI, ini meliputi 10 lomba termasuk Pildacil, yang lebih menarik lomba pidato, ini karena banyak anak-anak lupa pada teks pidatonya, sehingga anak terlihat kaku dan lucu saat diatas panggung. (Atang S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *