Kepala Sekolah MAN 1 Metro Didemo Ratusan Alumni & Santrinya

LAMPUNG6,221 views

METRO-LAMPUNG, (PERAKNEW).- Baru menjabat 4 bulan, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Metro didemo Puluhan Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 diikuti seluruh Santri MAN 1 yang merasa rezim yang tidak diinginkan santri, Senin (17/01).

Suasana sempat memanas, ketika seluruh santri berhamburan keluar menemui para pendemo yang sudah hampir 2 jam ingin bertemu Kepala Sekolah MAN 1 Metro.

Kedatangan, Puluhan Alumni dan anak didik asrama bergabung akibat buntutnya pemberhentian Rokiban, Ketua Asrama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Metro, Wali Murid bersama 15 ustadz (tenaga pengajar) boikot Kepala Madrasah MAN 1 Metro, Sarjono.

Wahyu Ramadhan dan Aditiya Pratama dalam orasinya meminta kepada Kepala MAN 1 Metro untuk mengembalikan sistem yang lama, kurikulum yang tidak sesuai dan sistem KBM yang tidak sesuai visi misi sekolah yang berbasis Pondok, “Kalau hal ini diterapkan Kepala Sekolah MAN 1, Sarjono sangat dinilai otoriter dalam menentukan arah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),” ujar Wahyu yang disambut sorak-sorak siswa yang merasakan dampak di dalam asrama.

Dalam tuntutan para alumni dan seluruh santri asrama MAN 1 Metro, diantaranya Penerapan Bahasa Arab, Kembalikan Rokiban di Pondok MAN 1 Metro dan Meminta kondisi Pondok/ Asrama berjalan normal.

Lebih lanjut kata Wahyu, “Bila sistem ini, yang pernah merasakan langsung apa dampak positif bagi kami,” tambahnya bertanya.

Selang tiga jam didemo, akhirnya Sarjono menerima perwakilan dari Pendemo untuk berdialog. Aksi demo tersebut dapat diredam setelah Aparat kepolisian Sektor Batanghari- Lamtim datang ke MAN 1 Metro.

Sarjono menyampaikan akan memenuhi seluruh tuntutan dari pendemo yang berasal dari alumni dan siswa-siswi MAN 1 Metro, yakni mengembalikan kembali posisi Rokiban sebagai Ketua Asrama di MAN 1 Metro, “Saya akan penuhi seluruh tuntutan dari pendemo, Pak Rokiban sudah saya kembalikan ke posisinya sebagai Ketua Asrama,” ujar Sarjono di depan Kapolsek dan wakil dari koordinator aksi, Senin (17/1/2022).

Selanjutnya Sarjono juga menambahkan, bahwa akan mengabulkan syarat dari Rokiban bila mana jika dia diminta untuk kembali ke jabatannya yang semula, yakni untuk membersihkan namanya terlebih dahulu, “Saya juga akan memenuhi permintaan Rokiban yang ingin dibersihkan namanya untuk dirinya kembali lagi ke jabatannya yang semula,” imbuhnya. (Wanda)