PERAKNEW.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Kesehatan selenggarakan pelatihan keamanan pangan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) se-Kota Cimahi di Technopark Cimahi, Jl Baros Cimahi Selatan, pada 13 -14 April 2026 diikuti 400 relawan SPPG dan melibatkan berbagai instansi, termasuk Dinas Pendidikan, Dispangtan, serta 17 pengurus SPPG Kota Cimahi.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas keamanan pangan sekaligus memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan optimal.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), tim MBG Kota Cimahi, serta para ahli gizi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dr. Mulyati membuka secara resmi dalam sambutannya menegaskan, bahwa SPPG memiliki peran penting dalam menjaga kualitas makanan yang didistribusikan kepada masyarakat. Ia menekankan, bahwa keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam mendukung keberhasilan program MBG, “SPPG memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program nasional. Oleh karena itu, aspek keamanan pangan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya, Senin, (13/4/2026).
Menurutnya, program makan bergizi gratis bukan sekadar pembagian makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat. Program ini menyasar anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan tujuan meningkatkan status gizi masyarakat, “Gizi yang baik harus dibarengi dengan keamanan pangan. Makanan yang disajikan harus bebas dari kontaminasi dan risiko keracunan,” ujar Mulyati.
Saat ini, dari 52 SPPG di Kota Cimahi, sebanyak 36 sudah beroperasi, namun sebagian masih belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi tahap awal sebelum penerbitan sertifikat tersebut.Pemerintah Pusat dan Daerah
Mulyati menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti 400 relawan per hari selama dua hari. Setelah pelatihan, pihak Dinas Kesehatan akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ke seluruh SPPG, khususnya 16 unit yang belum memiliki sertifikasi.
Pemeriksaan meliputi: Pengujian sampel makanan, Swab alat masak dan perlengkapan, Pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium terakreditasi di Bandung.
Selain itu, pengawasan rutin juga dilakukan bersama puskesmas setempat untuk memastikan standar kesehatan terus terjaga.
Meski tidak didukung anggaran dari APBD, kegiatan ini tetap dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas pangan masyarakat. Dinas Kesehatan berperan dalam memberikan penyuluhan dan pengawasan, sementara proses seleksi relawan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing SPPG.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman relawan terkait keamanan pangan, sehingga program makan bergizi gratis di Kota Cimahi dapat berjalan aman, sehat dan berkelanjutan. (Harold)









