Jadi Sasaran Teror Polisi Berhasil Tangkap 33 Terduga Teroris

JAKARTA-NASIONAL, (PERAKNEW).- Polisi dianggap masih menjadi musuh utama kelompok teroris di Indonesia. Sebagian besar penyebabnya diduga sebagai aksi balas dendam pelaku teror karena sejumlah rekan mereka tewas saat hendak ditangkap.

Menurut pakar terorisme Sidney Jones motif itu sangat kuat sebagai penyebab sejumlah aksi penyerangan terhadap polisi. “Polisi dalam operasi penangkapan di beberapa kasus membunuh teroris, ada elemen balas dendam yang cukup kuat di situ,” kata Sidney dalam diskusi di Bengkel Diplomasi, Jakarta, Kamis (12/4).

Sidney juga mengatakan dengan menghabisi polisi maka kemudian mereka bisa merebut senjatanya. Itu bisa menjadi nilai tambah dan modal mereka buat digunakan dalam serangan di kemudian hari.

“Polisi punya senjata, mereka (teroris) mengejar polisi sebagai target karena ada kesempatan untuk mendapatkan akses senjata mereka,” kata Sidney.

Dalam kurun dua tahun terakhir tercatat ada sejumlah serangan teror dengan sasaran polisi. Pada Juni 2017 lalu terjadi penyerangan di pos jaga Kepolisian Daerah Sumatera Utara, oleh Ardia Ramadhana (AR). Bahkan saat itu Ardia disebut hendak membakar pos polisi di sana.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut polisi menjadi sasaran teror sejumlah kelompok teroris karena dianggap mendukung sistem di luar hukum Islam. Maka dari itu mereka dianggap kafir oleh anggota kelompok radikal.

“Polisi dianggap sebagai kafir yang menyerang mereka. Jadi harus diprioritaskan,” ujar Tito pada Juni tahun lalu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sementara itu paska peristiwa terror dibeberapa tempat, dalam kurun waktu Sembilan hari aparat kepolisian sudah berhasil  menangkap 33 (tiga puluh tiga) terduga teroris.

Rabu (16/5/18), Wakapolri, Komjen Syafruddin menjelaskan, terkait rentetan mulai rusuh napi di Rutan Mako Brimob hingga penggerebekan di Tangerang, dalam sembilan hari terakhir, berjumlah 33 (Tiga puluh tiga) terduga teroris ditangkap, “33 jumlahnya sampai hari ini. Anggota jaringan teroris itu ditangkap di berbagai wilayah, mulai di Jakarta, Jawa Timur, hingga Riau. Tersebar, termasuk di Riau empat orang sudah, kemudian ada pengembangan, tujuh di Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Tangerang dan sebagainya,” jelas Syafruddin, usai pemakaman Iptu Anumerta Auzar di TPU Kelurahan Bambu Kuning, Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau.

Berkaitan dengan beberapa tindak pidana terorisme pada Bulan Mei 2018 tersebut, terjadi berawal dari kerusuhan di Mako Brimob, pada Selasa (8/5/18), setelah itu, pada Minggu (13/5/18) pagi, terjadi serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, disusul bom meledak di Rusunawa Sidoarja, hingga penyerangan ke Mapolda Riau (16/5/18).

Masih kata Syafruddin, rentetan peristiwa ini diduga memiliki keterkaitan. Namun pihaknya masih menyelidiki lebih jauh, “Ini sedang dikembangkan oleh aparat. Kait-mengait, kemungkinan besar kait-mengait, tapi tidak sampai pada kesimpulan yang komprehensif. Ada kaitannya,” ujarnya.

Sementara itu, sembilan orang anggota Polri menjadi korban. Lima di antaranya gugur, “Tindakan sporadis yang dimulai dari Hari Selasa minggu lalu, di Rutan Salemba Cabang Kelapa Dua, Depok, yang bertepatan di Mako Brimob Polri, itu rentetannya, memakan korban sampai sembilan anggota Polri, 5 gugur, 4 luka-luka masuk RS,” paparnya.

Berikut ini 5 (Lima) Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan kronoligis singkat aksi sporadic para teroris di Bulan Mei 2018.

  1. Teror di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat;

Selasa (8/5/18). Kerusuhan yang terjadi antara pihak kepolisian yang berada di Komplek Mako Brimob, Depok, Jawa Barat dengan narapidana teroris yang menjadi tahanan. Dalam kerusuhan ini enam polisi sempat dijadikan sandera. Lima diantaranya meninggal dunia ditangan narapidana teroris.

Satu tahanan teroris juga meninggal dunia karena insiden tersebut. Pasca kejadian itu, 145 (Seratus empat puluh lima) narapidana teroris dipindahkan dari Mako Brimob ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

  1. Bom di Surabaya;

Minggu (13/5). 3 (Tiga) Gereja mengalami teror. Dalam teror kali ini, pelaku diketahui merupakan satu keluarga. Bom diledakkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pentakosta Jalan Arjuna.

Keluarga yang diketahui merupakan anggota dari kelompok JAD itu tewas dalam aksinya. Dalam insiden ini, tiga anak diajak ikut serta bersama orangtuanya dalam melakukan aksi bom bunuh diri ini.

Akibatnya, bom meledak bersama dua pelaku yang diketahui kakak beradik dan turut menewaskan Bayu. Bayu meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil.

  1. Bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo

Minggu (13/5). Malam hari di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo menjadi lokasi lain terjadinya teror. Ada dugaan bom yang meledak dalam aksi teror ini terjadi karena terduga teroris tidak sengaja meledakkan bom rakitannya.

Pelaku teror bom ini diketahui merupakan satu keluarga yang masih memiliki hubungan dengan keluarga pelaku teror bom di 3 Gereja di Surabaya, pagi harinya. Dalam insiden ini 3 orang tewas yang merupakan ayah, ibu dan anak sulung mereka. 3 anak lainnya mengalami luka dan dalam perawatan.

  1. Bom di Polrestabes Surabaya

Senin (14/3/18). Masih di Kota Surabaya, sehari pasca kejadian ledakan teror bom yang terjadi di 3 Gereja, pada di Mapolrestabes Surabaya terjadi juga teror bom. Dalam teror kali ini, kembali diketahui dilakukan oleh satu keluarga.

Sepasang suami istri dengan tiga orang anaknya mendatangi Polrestabes Surabaya dengan menggunakan dua sepeda motor. Saat masih berada di palang gerbang masuk Polrestabes Surabaya, bom meledak.

Empat dari lima pelaku teror bom tewas di tempat. Empat polisi dan enam warga sipil juga menjadi korban dalam teror tersebut. Seorang anak kecil berjenis kelamin perempuan yang diketahui sebagai anak dari pelaku teror bom diketahui selamat dan dalam perawatan.

  1. Penyerangan ke Mapolda Riau

Selasa (16/5). Tepat sehari sebelum Bulan Ramadhan, Polda Riau juga diserang oleh sekawanan orang yang diduga tergabung dalam kelompok terorisme. Kawanan ini terdiri dari lima orang yang diketahui menggunakan mobil Avanza putih pada pukul 09.00 WIB pagi.

Mobil diketahui mendesak masuk ke dalam Mapolda Riau dan dihalangi oleh pihak kepolisian. Empat orang lantas diketahui turun dari mobil dan menyerang dengan menggunakan samurai.

Seorang pelaku lagi sempat berusaha kabur dengan membawa mobil. Sampai saat ini diketahui seorang polisi gugur dalam aksi tersebut karena ditabrak oleh pelaku yang kabur dengan mobil. Empat orang pelaku lainnya tewas tertembak polisi. Dua wartawan dikabarkan turut menjadi korban luka dalam insiden ini.

Sementara, berkaitan dengan aksi sporadic teroris di lima titik tersebut, Polda Jawa Timur merilis identitas terduga teroris yang ditangkap dan dilumpuhkan dalam tiga hari. Total sebanyak 18 orang ditangkap oleh anggota Densus 88.

Diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim, Frans Barung Mangera, bahwa ada 18 orang yang tertangkap tersebut, kini diamankan di Mako Detasemen Gegana, “Semua diamankan di Mako Detasemen Gegana sebanyak 18 orang. Rinciannya 14 terduga teroris, 3 orang saksi dan 1 orang anak balita,” ujar Frans di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (16/5/18).

Berikut nama-nama 18 orang yang ditangkap, Bulan Mei 2018;

  1. Rizky Ardian Sulanjana, ditangkap saat pulang kerja di depan Graha pena pada Senin, (14/5) sekitar pukul 16.00 WIB.
  2. Abdullah Mashuri, ditangkap di Jalan Sidotopo Lor, Surabaya, saat mengirim roti pada Senin (14/5) sekitar pukul 08.00 WIB.
  3. Miftahul Munif, ditangkap saat akan berangkat kerja di bawah Jembatan Suramadu pada Senin (14/5) pukul 08.30 WIB.
  4. Boy Arfianza, ditangkap di rumahnya di daerah Lebak Rejo Utara 7/47, Kenjeran, Surabaya, Senin, (14/5) pukul 12.30 WIB.
  5. Agus Satrio Widodo, ditangkap di rumah kontrakan RT 02/RW 02, Kel. Urangagung, Sidoarjo bersama Ilham Fauzan (sudah meninggal) pada Senin (14/5) pukul 07.30 WIB.
  6. Damayanti (istri Agus Satrio Widodo), ditangkap bersama dengan Agus Widodo, Ilham Fauzan dan Bety Rinawati Brojo di rumah kontrakan Agus Widodo pada Senin, (14/5).
  7. Bety Rinawati Brojo, ditangkap bersama dengan Agus Widodo, Ilham Fauzan dan Damayanti di rumah kontrakan Agus Widodo pada hari Senin, (14/5).
  8. Abdul Kahfi, ditangkap saat pulang kerja dari pasar Pandaan di Jalan Juanda, Jogosari, Pandaan, Pasuruan pada Selasa, (15/5).
  9. Kristianto/Abi, ditangkap pada perjalanan di Jalan Tenaga, Turirejo, Kepuharjo, Karangploso, Malang pada Selasa (15/5) sekitar pukul 08.30 WIB.
  10. Wahyu Mega Wijayanti (istri Samsul Arifin atau Abu Umar), ditangkap di rumah kontrakan pada Selasa (15/5) sekira pukul 03.00 WIB bersama Samsul Arifin.
  11. Syaqif Constantin Arsalan, ditangkap saat keluar rumah di Pucang Indah Lestari IV Jalan Srikaya A-28 RT.8/RW.2 Kebonagung, Purworejo, Pasuruan pada Selasa, (15/5).
  12. Samsul Arifin atau Abu Umar, ditangkap di rumah kontrakan Selasa, (15/5) pukul 03.00 WIB bersama istrinya.
  13. Emil Lestari (istri Ilham Fauzan) dan 1 orang anak umur 1 tahunan, diamankan pada saat penggeledahan rumah Ilham Fauzan pada hari Selasa, (15/5) sekitar pukul 19.30 WIB.
  14. Suyanti (perempuan/istri Dedi Sulistiantono), diamankan pada saat penggeledahan rumah Ilham Fauzan pada Selasa, (15/5) sekitar pukul 19.30 WIB.
  15. Ilham Fauzan atau Wicang (meninggal), ditangkap di rumah kontrakan Agus Widodo sata mengantar paket bom ke rumah Agus Widodo.
  16. Budi Satrio, (meninggal dunia) melawan saat hendak ditangkap di rumah daerah Perum Puri Maharani blok A 3 no.A411, Masangan wetan, Sukodono, Sidoarjo hari Senin, (14/5) sekira pukul 07.30 WIB.
  17. Dedi Sulistiantono (meninggal dunia), ditangkap di Manukan kulon blok 19H/19, RT 11/RW 03, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya. Pelaku melawan dengan senjata tajam saat berusaha ditangkap di rumah kos pada Selasa, (15/5) sekitar pukul 17.20 WIB.
  18. Anak balita yang tidak disebutkan namanya.

Polisi telah melepas beberapa terduga teroris yang tidak terbukti memiliki bom atau terlibat dalam jaringan teroris. Mereka yakni Arifin dan istrinya Ida, warga Jalan Kapi Sraba XI, Pakis, Kabupaten Malang. Juga warga Lebak Rejo yang sempat menjadi saksi yakni Boy Arfiansyah (29) dan Deniar Faurizal (28). (Red)