Geger! Status WhatsApp Eks Kepala BNN Martinus Hukom Singgung Isu Dugaan Makar di Kepolisian

BERITA UTAMA216 views

PERAKNEW.com – Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Martinus Hukom menyinggung isu dugaan adanya makar yang menyeret sejumlah oknum kepolisian. Pernyataan tersebut disampaikan melalui status WhatsApp di tengah beredarnya kabar mengenai penangkapan sejumlah jenderal polisi.

Dalam pernyataannya, Martinus menilai dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam tindakan makar, jika benar terjadi, akan menjadi catatan tersendiri dalam sejarah kepolisian dunia.
Ia juga menyampaikan kritik tajam kepada mantan pimpinan Polri yang tidak disebutkan namanya dalam status tersebut, “Dalam sejarah dunia tidak pernah ada kepolisian melakukan makar terhadap pemerintah. Tapi kalau desas desus hari ini benar benar adanya, yang katanya ada segelintir oknum kepolisian melakukan makar, maka anda sebagai mantan pemimpin Polri telah merubah sejarah dunia. Dengan demikian semua prestasi anda adalah prestasi nomor satu. Terkorup, terjelek, terusak dan terakhir adalah mencatat untuk pertama kalinya melakukan makar,”

Pernyataan itu disampaikan dengan menggunakan kalimat bersyarat, yakni apabila kabar mengenai dugaan keterlibatan sejumlah oknum kepolisian dalam tindakan makar benar adanya.

Martinus juga melontarkan kritik terhadap rekam jejak mantan pimpinan Polri melalui sejumlah istilah, termasuk “terkorup”, “terjelek” dan “terusak”.
Hingga saat ini, isi status tersebut merupakan tanggapan atau pandangan Martinus terhadap isu yang beredar. Pernyataan itu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya tindakan makar maupun keterlibatan anggota kepolisian.

Profil Marthinus Hukom
Marthinus Hukom merupakan perwira tinggi Polri yang pernah menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, intelijen, dan pemberantasan terorisme. Namanya juga tercatat dalam operasi penangkapan Ali Imron, terpidana kasus terorisme yang terlibat dalam pengeboman Bali pada 2002.

Dalam operasi tersebut, Marthinus bekerja bersama Irjen Pol (Purn) Carlo Brix Tewu di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Marthinus Hukom lahir pada 30 Januari 1969.

Ia menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian pada 1988–1991 dan kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1999–2001.

Setelah menyelesaikan pendidikan di PTIK, ia mengikuti pendidikan Sespimpol pada 2005. Pada 2008, Marthinus memperdalam keahlian di bidang intelijen melalui Intelligence Analyst Course dan Major Case Management Course di Filipina. (GuYu)