Diduga PT PLN Rayon Pamanukan Serobot Lahan Warga

oleh -80 views
Puluhan Tiang PLN berdiri di atas tanah milik Warga Blanakan.

BLANAKAN-SUBANG, (PERAKNEW).- Diduga telah terjadi penyerobotan lahan melalui tindakan pemasangan tiang-tiang listrik tanpa ijin pemilik lahan yang dilakukan oleh Oknum Pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Dusun Tegal Tangkil Blok Kali Gangga, Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, yang sudah puluhan tahun dan tidak ada kompensasi apapun kepada pemilik tanah.

Selain di lokasi tersebut, terjadi pula penyerobotan serupa atas tanah milik Warga Desa Mayangan, Kec. Legon Kulon, Kab. Subang bernama Tosin.

Menyikapi permasalahan tersebut, ketika dikonfirmasi Perak, Dua Orang Staf PT PLN Rayon Pamanukan, Endang dan Sahriya mengatakan, bahwa pihak PLN tidak punya kewajiban memberikan kompensasi ke pemilik lahan, “Kalau mau memindahkan tiang listrik tersebut ke tempat semula, pemilik lahan harus menanggung biaya pemindahannya,” ujar mereka, Rabu (11/07/18).

Betapa tidak, apa yang diungkapkan dua orang Staf PLN tersebut, jelas bertentangan dengan UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan.

Seperti telah diberitakan Perak di edisi 189, Aktivis Pemerhati Lingkungan (APL), Bambang Marwoto memaparkan, pengadaan tanah untuk kepentingan umum sudah diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2012 dan UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenaga Listrikan.

Penanaman tiang listrik milik PLN masuk kategori pengadaan tanah untuk kepentingan umum, “PLN tak bisa semena-mena asal main tanam atau mendirikan tiang listrik di lahan milik warga. Harusnya PLN terlebih dahulu berembug dengan pemilik lahan. Harus ada kompensasi terhadap pemilik lahan. Jika merasa dirugikan, pemilik lahan bisa meminta ganti rugi atau kompensasi. Kompensasinya seperti apa, bisa dimusyawarahkan terlebih dahulu,” ungkapnya, Jum’at (29/6/18) di kediamannya.

Jika ada kesepakatan, PLN bisa menggunakan lahan milik warga untuk mendirikan tiang listrik. Sebaliknya, jika tanpa ada kesepakatan dan PLN tetap memaksakan mendirikan tiang listrik di lahan pribadi milik warga, maka hal itu dapat dipidanakan dengan dalih penyerobotan.

Seperti yang terjadi di Dusun Tegal Tangkil Blok Kali Gangga, Desa Jayamukti, Kec. Blanakan, Kab. Subang, sudah bertahun-tahun tiang listrik tertanam di lahan milik warga. Tiang listrik yang ditanam di lahan warga ini untuk kepentingan pengusaha tambak udang vaname dan tanpa ada musyawarah maupun pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemilik lahan.

Bambang menambahkan, semenjak dirinya menerima pengaduan dari H. Mansyur, salah satu pemilik lahan yang ditanami tiang listrik milik PLN, dirinya langsung mengirim surat ke PLN meminta pertanggungjawaban dari pihak PLN, “Kalau memang PLN tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini. Saya siap mendampingi warga melaporkan PLN ke pihak aparat penegak hukum,” tandasnya. Hamid

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *