PERAKNEW.com – Proyek pekerjaan Jalan Hotmix Tambak Raya, Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu diduga dikerjakan tidak sesuai teknis alias Asal-Asalan.
Pasalnya, hotmix yang digelar di badan jalan terlihat tipis dan sudah banyak bercak-bercak lubang, diindikasikan menggunakan hotmix yang berkualitas rendah, sehingga baru beberapa hari dikerjakan sudah tampak amburadul.
Selain itu, seperti terpantau kamera Perak, di lokasi proyek tidak terpampang Papan Nama Informasi Proyek, sehingga dapat disimpulkan, bahwa proyek ini proyek tidak jelas alias Proyek Siluman.
Bagaimana tidak, menurut Warga Desa Tambak yang enggan disebut namanya mengungkapkan, bahwa pekerjaan Jalan Hotmix Tambak Raya tersebut, dikerjakan pada malam hari sehabis hujan, “Saya masyarakat hanya penerima manfaat dan pengguna jalan, saya berharap kerjaan hotmix tersebut dikerjakan sesuai dengan aturan, jangan dikerjakan asal-asalan, biar hotmixnya kuat, kokoh tidak cepat rusak dan berlubang,” ungkapnya, Senin (29/12/25).
Baca Juga : Jelang Tahun Baru 2026, Polres Polman Ungkap Kasus Kejahatan Konvensional Meningkat
Menyikapi persoalan pekerjaan jalan tersebut, Pengurus LSM Forum Masyarakat Peduli Provinsi Jawa Barat (FMP Jabar) Cabang Indramayu, Ganda menerangkan, “Pekerjaan hotmix jalan Tambak Raya diduga tidak sesuai dengan teknis dan aturan, karena saat kami investigasi di lapangan, tampak hotmix yang digelar di badan jalan terlihat tipis dan ukurannya bervariasi ada yang 1 Cm dan 3 Cm,” terangnya.
Dia mengatakan, “Karena tipisnya hotmix yang digelar di bahu jalan, kini sudah di tumbuhi rumput liar dan hotmix pun sudah nampak terlihat bercak lubang, hal ini diduga menandakan tidak berkualitasnya hotmix yang digunakan alias hotmix berkualitas rendah dan cepat ambrol,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Pekerjaan Jalan Hotmix ini kurang Pengawasan, sehingga bukan saja dikerjakan tidak sesuai teknis, akan tetapi tidak adanya papan informasi di lokasi proyek alias proyek siluman. Maka dari itu, dengan adanya temuan ini, diduga proyek Jalan Hotmix dikerjakan asal jadi dan dinas terkait harus bertanggung jawab. Untuk itu, kami akan melaporkannya ke Aparat Penegak Hukum, karena anggaran yang dipakai untuk pekerjaan jalan tersebut adalah uang hasil pajak dari rakyat,” papar Ganda tegas.
Baca Juga : Polres Polman Terjunkan 285 Personel Pengamanan Pergantian Malam Tahun Baru
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana atau kontraktor proyek tersebut dan ketika Perak mencoba konfirmasi kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wimbanu, pada Senin (29/12/25) melalui pesan singkat atau Chating WhatsApp, namun tidak ada jawaban. (Sono)






