PERAKNEW.com – Beberapa orang warga Cimahi mempertanyakan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Cimahi yang digelar di Tehnopark Kota Cimahi, pada tanggal 28 Februari 2024 lalu.
Adapun hasil dari Musrenbang itu, terkait beberapa usulan dari masyarakat Cimahi yang menjadi prioritas yang tentunya untuk direalisasikan di Tahun Anggaran (TA) 2025, salah satunya ialah pengadaan Brangkar untuk semua RW di Cimahi.
Melihat dan merasakan, bahwa sebagian besar jalan, wilayah di Cimahi berupa gang-gang yang cukup panjang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4, tidak sedikit pasien atau orang yang sakit harus diangkat atau di pikul oleh beberapa orang, karena kondisi sudah tidak bisa duduk dikendaraan roda 2 untuk dibawa ke rumah sakit.
Seperti salah seorang warga Kelurahan Cigugur Tengah penderita luka bakar (korban ledakan tabung elpiji) tidak bisa dibawa oleh kendaraan roda 2, akhirnya dipikul menggunakan kain sarung dan diangkat menggunakan kayu, menuju kendaraan roda 4 atau Mobil Ambulance yang tidak dapat masuk ke jalan Gang tersebut.
Sementara itu, ketersediaan Brankar di mobil ambulance hanya satu, dengan jumlah penduduk seperti di Kelurahan Cigugur Tengah lebih dari 50 ribu jiwa, dengan banyak kasus pasien membutuhkan Brankar. Pada akhirnya menjadi 5 besar prioritas yang dihasilkan pada Musrenbang bidang sosial pada tanggal 28 Februari 2024 lalu tersebut.
Baca Juga : Proyek Normalisasi Sungai, Kades Air Satan Minta Dukungan Warganya
Saat itu pihak Pemerintah Kota Cimahi berjanji akan merealisasikan hasil Musrenbang tersebut di tahun anggaran 2025. Namun sampai pertengahan September tahun 2025 ini, bahkan menjelang anggaran perubahan disahkan, belum ada gambaran kapan akan dilaksanakan hasil Musrenbang tersebut.
Padahal, menurut salah seorang Tokoh Masyarakat di Cimahi, sebut saja Dadang mengungkapkan, “Jika melihat penyerapan anggaran, banyak program yang sebenarnya bisa dipangkas yang bersifat seremonial dan juga kegiatan-kegiatan yang hasilnya tidak dirasakan oleh masyarakat, seperti perlombaan-perlombaan di kalangan ASN yang menyerap anggaran untuk operasional, hadiah dan lain-lain,” ungkapnya, pada 10 September 2025, kepada Perak.
Menyikapi hal tersebut, ketika dikonfirmasi Perak, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes Kota Cimahi, Mulyati melalui WhatsAppnya, ia menjawab, “Di Dinkes tidak ada pengadaan Brankar untuk setiap RW, coba tanyakan ke Bappelitbangda,” sarannya.
Selanjutnya Perak pun melakukan konfirmasi kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Kabappelitbangda), Adet, pada tangga 13 September 2025 melalui WhatsAppnya dan Adet berjanji akan melakukan kroscek ke timnya.
Baca Juga : Maksimalkan Layanan Gizi, SPPG di Kabupaten Indramayu Terus Bertambah
Sama halnya dengan pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Maria Fitriana saat dikonfirmasi melalui WhatsAppnya, pada 14 September 2025, ia menjawab akan melakukan kroscek dulu. (Harold)







