Diduga Oknum BKN Subang Dalang Mafia CPNS

oleh
Diduga Oknum BKN Subang Dalang Mafia CPNS
Diduga Oknum BKN Subang Dalang Mafia CPNS

Diduga Oknum BKN Subang Dalang Mafia CPNSDiduga Oknum BKN Subang Dalang Mafia CPNS

SUBANG, (PERAK).- Diduga oknum Badan Kepegawaian Nasional (BKN) bernama Sukandar, S.H. menjadi dalang mafia dalam rekrutmen CPNS KII Kabupaten Subang.  Hal tersebut diketahui saat orang yang menjabat sebagai Kepala Seksi Dalpeg I/C.2 ini menerima pengaduan dari masyarakat, anehnya malah menawarkan jasa kelulusan CPNS.

Disampaikan oleh salah satu korbannya berinisial RN, Sukandar malah membujuknya saat membuat berita acara pemeriksaan saksi penggelapan uang senilai Rp1.130.000.000,00- (Satu miliar seratus tiga puluh juta rupiah) oleh pegawai BKN Ahmad Idris.

“Setelah BAP itu, Sukandar menghubungi teteh melalui telepon dan mengajak bicara di luar kantor, dalam pembicaraan itu, Sukandar menjanjikan akan menyelesaikan permasalahan teteh dengan meluluskan para tenaga honorer yang semula dijanjikan lulus oleh Idris,” ungkapnya kepada Perak,  Rabu (29/09/2015).
Selain itu, Sukandar menawarkan peluang bahwa ia bisa meluluskan lebih banyak lagi titipan kategori II, tak hanya di Kabupaten Subang, tapi juga di kabupaten lain dengan catatan masuk Kanreg III.

Tetapi bantuan yang ia tawarkan tidak gratis alias RN harus menyerahkan sejumlah uang  yang akan diserahkan kepada atasannya baik di BKN atau di Menpan.
Karena kepolosannya, maka RN pun menyerahkan uang sejumlah Rp235.000.000,00 (Dua ratus tiga puluh lima juta rupiah) secara bertahap mulai dari Rp60 juta, Rp100 juta, dan dua kali masing-masing Rp25 juta melalui rekening Bank Mandiri dan Rp25 juta lagi melalui Bank BCA. Tetapi apa yang dijanjikan oleh orang yang diduga punya istri muda di Cijuhung, Subang ini  tidak ia penuhi atau tidak terealisasi.

“Dalam minggu ini, dengan pendampingan dari Forum Masyarakat Peduli, saya akan melaporkan Sukandar dan Idris ke polisi dengan membawa bukti terkait,” tegasnya.

(Surya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *