oleh

Diduga Oknum Pemdes Parigimulya Pungli Dana BST Rp100 Ribu Per KPM

Cloud Hosting Indonesia

CIPUNAGARA-SUBANG, (PERAKNEW).- Dewasa ini marak terjadi Pungutan liar (Pungli) atas dana Bantuan Sosial Tunai (BST) terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau warga terdampak wabah Covid-19, dibeberapa wilayah desa se-Kabupaten Subang. Kali ini terjadi di Desa Parigimulya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang.

Baca Juga:

banner 728x90

Diduga Pemdes Tanjungrasa Pungli Dana BST Rp50 Ribu Per KPM

Seperti diungkapkan salah seorang korban yang enggan disebut namanya, warga Desa Parigimulya, saat diwawancarai Perak, pada Jum’at, 13 Agustus 2021, “Memang benar saya dapat dana BST Rp600 Ribu, baru kali ini dapat, sebelumnya tidak pernah dapat apa-apa dan kemarin dapat beras juga seberat 10 Kg, mengenai pungutan (potongan) i sebesar Rp100 Ribu itu juga benar, katanya sih buat beli kursi, kata Ibu Kadus,” ungkapnya.

Selain satu korban tersebut, ada satu korban lagi yang saat diwawancarai terkesan penuh ketakutan dan juga tidak mau disebutkan namanya, sebut saja inisial (BB), masih warga desa yang sama, di rumahnya mengatakan, “Jujur saja baru dapat satu kali dapat bantuan uang Rp600 Ribu dan beras 10 Kg pada bulan kemarin dan setelah dapat uang bantuan ini, dipungut Rp100 Ribu, tapi sebelumnya sudah ada perjanjian dengan Pak RT dan Bu Kadus, bahwa uang hasil pungutan ini, akan diperuntukan untuk penambahan pembelian kursi dusun dan untuk saya sendiri rugi tidak rugi sih, ruginya bagian saya berkurang dan tidak ruginya itukan cuma dapat pemberian tanpa modal,” ungkap BB kepada Perak, di hari yang sama.

Menyikapi dugaan Pungli itu, ketika dikonfirmasi Perak, Ibu Kadus yang dimaksud dua korban tersebut, di rumahnya mengatakan, “Uang dari hasil itu, untuk keperluan pembelian kursi, meja, box music, TV, pelebaran jalan gang dan pembuatan portal jalan dan hal ini juga sudah diketahui oleh Pak Kades,” ujarnya mengakui.

Berhubung hari yang bersamaan tersebut, waktu sudah sore dan cuacanya mendung tanda turunnya hujan, maka Perak tidak sempat mendatangi rumah Kades Parigimulya, H Aang Suyaya, namun Perak sempat menghubungi Aang melalui tellepon cellulernya, tepatp jam 20;30 WIB, Jum’at malam, 13 Agustus 2021, percakapan berlangsung singkat sekitar 1 menit  17 detik, karena Aang Suyaya yang tak berkenan dikonfirmasi dan mengeluarkan kata-kata kasar dengan sebutan binantang yang tak sepantasnya terlontar dari mulut seorang kepala desa.

Setelah melontarkan kata-kata kotor tersebut, ketika Perak bertanya, kenapa bapak (Kades Parigimulya) berkata kasar seperti ini, dengan seketika, dalam waktu percakapan 1 menit lebih itu, tanpa ada etika kesopanan, Kades Parigimulya, Aang Suyaya langsung mematikan hubungan telepon selulernya Perak. (Atang S)

Berita Lainnya