oleh

Korwil Pendidikan Sukasari Diduga Lakukan Pungli Biaya US

Cloud Hosting Indonesia

SUKASARI-SUBANG, (PERAKNEW).- Dunia pendidikan kembali tercoreng digegerkan terkait Dugaan Pungutan liar (Pungli) Biaya Pendidikan pada Sekolah Dasar (SD) atas motif Pungutan biaya Ujian Sekolah (US) dan modus penggantian dana talang pelaksanaan US tersebut, dengan nilai besaran Pungli Rp10.000 per satu anak peserta didik, berjumlah 4.006 peserta didik dari jumlah SD keseluruhan sebanyak 21 (Dua puluh satu) dan satu SD swasta se-Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, baru-baru ini.

Atas temuan masalah pendidikan yang didapat Perak tersebut, sudah kerap beberapa kali, mulai dari Hari Jum’at, 23 Juli 2021, Senin, 26 Juli 2021 dan Selasa, 27 Juli 2021, hendak menemui Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Sukasari, Heni Parahdini, S.Pd., untuk mewawancarainya, tetapi belum pernah berhasil menemuinya, karena selalu tidak pernah ada di kantornya, melainkan hanya ada Penjaga Kantor Korwilnya saja.

banner 728x90

Betapa tidak, karena hal itu, sempat Perak menghubungi Korwil Sukasari, Heni ini melalui tellepon cellulernya, namun dia menjawab, “Silahkan tanyakan saja ke bagian pengawas,” ujarnya singkat.

Alhasil, pada Kamis, 5 Agustus 2021, Perak mendatangi Kantor Korwil Sukasari kembali yang ke 4 kalinya dan langsung bertemu dengan Bagian Pengawas Sekolah Korwil Sukasari, H Endang AL, M.M.Pd., saat dikonfirmasi terkait Pungli Biaya US yang diduga dilakukan oleh Pengurus Panitia US, yaitu Pimpinan Korwil, Heni, Pengawas, Endang dan K3S, dia menjawab, “Jadi US itu banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh panitia, kalau dulu US itu ada biaya yang turun dari provinsi dan kabupaten, tapi sekarang pekerjaanya masih tetap ada, tapi dananya tidak ada. Maka, saya selaku Panitia US, memohon bantuan kepada para kepala sekolah SD, hingga kemarin terkumpul uang sekiltar Rp3.900.000,- (Tiga juta sembilan ratus ribu rupiah) lalu uang itu dibagi-bagikan untuk penggantian biaya US, karena pekerjaanya sudah dilakukan,” tutur H Endang.

Saat ditanya kenapa di Korwil kecamatan yang lainnya tidak melakukan pungutan untuk biaya US?/ Endang menjawab, “Mungkin Korwil di kecamatan yang lain punya duit, karena tanpa duit tak akan berjalan,” ujarnya dengan nada rendah.

Sementara, ketika hendak dikonfirmasi pula, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sukasari, Lili Sudarli terkesan sombong, alasannya lagi banyak kegiatan, sehingga terkesan tak ada waktu untuk menemui Perak.

Berkaitan dengan dugaan Pungli tersebut, sudah barang tentu tak bisa ada alasan apapun untuk melakukannya terhadap peserta didik SD maupun SMP. Bagaimana tidak, hal itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. (Atang S)

Berita Lainnya