Diduga Korupsi DD/ADD, Kades Compreng Dijebloskan ke Penjara

oleh -634 views

SUBANG, (PERAKNEW).- Kepolisian Resort (Polres) Subang jebloskan Kepala Desa Compreng, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, bernama Warmah ke Sel tahanan Polres Subang, belum lama ini.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang Petugas/ Penyidik di Unit Tindak pidana korupsi (Tipikor)-Sat Reskrim Polres Subang kepada Perak, di kantornya, Senin(15/7/19), “Kades Compreng ditahan di Sel tahanan Polres sudah selama dua puluh hari lebih, tapi belum expos, nunggu perintah beliau,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil investigasi Perak di lapangan, salah seorang Tokoh Masyarakat Compreng mengatakan, bahwa Kades Compreng telah memenuhi panggilan Polres Subang sekira tiga minggu yang lalu dan hingga saat ini, dia nampak tidak kelihatan baik di rumahnya maupun di kantornya, “Kabarnya ditahan di Polres Subang,” ujarnya.

Diduga Kades Compreng melakukan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan DD senilai ratusan juta rupiah, dari nilai yang direalisasikan DD pada tahun 2016 sebesar Rp703.761.000,- (tujuh ratus tiga juta tujuh ratus enam puluh satu ribu rupiah) dan ADD Rp672.900.650,- (enam ratus tujuh puluh dua juta sembilan ratus ribu enam ratus lima puluh rupiah).

Faktanya, seperti telah diberitakan Perak, di edisi sebelumnya, bahwa menurut Petugas/Penyidik Unit Tipikor-Satreskrim Polres Subang, “Habis lebaran ini, kami akan tetapkan tersangka korupsi DD Compreng,” singkatnya kepada Perak.

Sementara itu, selain menangani kasus Korupsi Desa Compreng, Unit Tipikor Polres Subang juga tengah terus menindak lanjuti penanganan sejumlah kasus korupsi desa lainnya, diantaranya Desa Sukamaju, Kec. Sukasari, Desa Legonkulon, Desa Mayangan dan Desa Legonwetan, Kec. Legonkulon.

Tidak hanya kasus korupsi desa-desa tersebut, Kasus Korupsi PT Subang Sejahtera, yaitu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Subang juga masih ditindak lanjuti, “Korupsi PT Subang Sejahtera masih terus kami tindak lanjuti, namun kendalanya BPKP tidak bisa mengaudit, walau sudah ditekan oleh KPK, lantaran semua dokumen penting di PT Subang Sejahtera hilang,” ujar Petugas/Penyidik Tipikor Polres Subang.

Lanjtnya, “Sebenarnya beban juga bagi kami, karena kpenanganan kasus Subang Sejahtera ini hutang dari tahun 2015 (dua ribu lima belas), tapi ya gimana, sudah kami geledah juga tetap dokumen di PT Subang Sejahtera tidak ketemu,” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *