oleh

Diduga Bekingi BRILink & PB Jaya Abadi Bermasalah, Preman Bayaran Ngamuk

SUKASARI-SUBANG, (PERAKNEW).- Berawal dari pemberitaan Perak, soal dua Agen BRILink/ e-Warong milik saudari Evi Helaha dan saudara Wahendra yang diduga bermasalah, di Dusun Krajan, Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang dan Penggilingan Beras (PB) Jaya Abadi milik seorang Haji bernama, Cep Nana yang juga diduga bermasalah, di Dusun Sumur Sapi, Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Blanakan, Kab. Subang, seorang diduga Preman Bayarannya yang mengaku bernama, Iip ngamuk membekingi dua Agen BRILink dan PB Jaya Abadi tersebut, Kamis (24/12/20).

Melalui Telepon selulernya, Iip mengamuk dan mengajak berkelahi minta disaksikan oleh kepolisian menggunakan Bahasa Sunda dengan gaya premanismenya, “Ulah ngobok-ngobok daerah aing, Mun sia teu tarima gelut Jeung aing, disaksikeun kepolisian setempat, disaksikeun Kapolres, hiji-hiji jeung aing, digulung kabeh ku aing (Jangan mengobok-obok daerah gua, kalau lu gak terima berantem dengan gua, disaksikan kepolisian setempat, disaksikan Kapolres, satu-satu dengan gua, digulung semua sama gua),” ujarnya bak preman kampungan sedang ngamuk.

Iip pun mengancam akan menyelesaikan masalah ini dengan cara Premanisme dan yang sangat disayangkan lagi, Iip menyebut nama satu Ormas dalam tindakan buruknya itu, “Jangan mentang-mentang wartawan mengobok-obok daerah saya, ini basis Ormas (……..), tau gak kamu, jangan macam-macam sampean, gak ada yang kebal hukum saudara, mulai detik ini saya korek kesalahan kamu, saya korek terus, ketika kamu ada salah jangan harap ada ampun, sekarang kita premanisme saja, akang sudah salah masuk rumah tanpa orang, sudah salah mengobok-obok daerah Sukasari, klarifikasi dengan benar, jadi wartawan yang baik, karena akang ini orang berpendidikan, saya ini bicara Ormas bukan perorangan, saya sosial kontrol tau lapangan dan Medan, cari kesalahan orang lain mudah, pokoknya saya titip jangan obok-obok, usaha yang benar, saya punya perut disitu juga punya perut, camkan itu,” ancamnya kepada Perak.

Tidak hanya itu, dalam ancamannya, Iip juga membawa-bawa nama Wilayah Pantura, “Kalau masih mengganggu daerah Pantura, kalau masih mengganggu orang-orang saya, urusan panjang, jika sifat dan kelakuan anda masih seperti itu, hidup anda tidak akan tenang, pasti banyak musuh, tidak ada yang kebal hukum,” tutupnya mengancam.

Berdasarkan hasil informasi yang dihimpun Perak, selain diduga seorang Preman Bayaran Cep Nana (Pemilik PB Jaya Abadi), Iip diduga adalah seorang Guru Honorer di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Desa Mandala, Kec. Sukasari.

Menyikapi hal tersebut, Pemimpin Redaksi Media Peduli Rakyat (Perak), Asep Sumarna Toha menyatakan, akan melaporkan tindakan pengancaman Premanisme yang dilakukan Iip kepada wartawannya itu, “Ini jelas tindakan Premanisme terhadap PERS dan tindak pengancaman serta menghalangi tugas PERS, wartawan saya. Atas kejadian ini, kami akan buat LP (Laporan Pengaduan) ke pihak berwajib,” tegas Abah Betmen, sapaan akrabnya, baru-baru ini, di Kantor Pusat Redaksi Media Perak yang berkantor satu atap dengan Pos Komando (Posko) Pusat LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP), di Jalan Palabuan, Kelurahan Sukamelang, Kec./Kab. Subang.

Betapa tidak, sebagai edukasi hukumnya, bahwa tindakan pengancaman dan premanisme tersebut bisa dijerat Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1999 tentang PERS, ayat (2) Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran dan (3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

 Ketentuan Pidananya, tertuang pada pasal 18 Pasal ayat (1) Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Seperti telah diberitakan Perak di edisi sebelumnya, bahwa telah didapati dugaan Manipulasi karung beras Bulog dan Pertani dalam pendistribusian Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ke sejumlah Agen E-Warong di Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang oleh PB Jaya Abadi Formalitas 3, di Dusun Sumur Sapi, Desa Tanjung Tiga, Kec. Blanakan, Kab. Subang.

Selanjutnya, dua Agen BRILink atau e-Warong Mitra Program Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yaitu milik Saudari Evi Helaha seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pendidik di SDN Sukasari 1 dan Saudara Wahendra, di Dusun Krajan, Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang terancam ditutup dan diputus dari kemitraan Program Bansosnya.

Baca Juga: http://Agen BRILink Wahendra & Evi Diduga Langgar Aturan, Dinsos Subang Seolah Tutup Mata

Baca Juga: http://Diduga TKSK Sukasari Kolaborasi PB Jaya Abadi Manipulasi Karung Beras Pertani & Bulog

Baca Juga: http://Diduga Langgar Pedum Sembako, BRILink Evi dan Wahendra Terancam Ditutup

                                          (Hendra2/ Anen)         

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

Berita Lainnya