oleh

Catatan Perjalanan Sosial TEPG FMP Pendampingan Pasien Gakin Th 2020

SUBANG-BANDUNG, (PERAKNEW).-  Catatan akhir tahun Tim Evakuasi Pasien Keluarga Miskin (Gakin) (TEPG) LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP) dijadikan dasar evaluasi setiap kegiatan pendampingan pasien selama perawatan dan pengobatan baik itu di RSUD Subang maupun di RSUP dalam kurun waktu satu tahun kebelakangan ini.

Seperti diungkapkan Anggota TEPG FMP, Pipin kepada Perak di Rumah Singgah Pasien Gakin Subang, di Bandung, bahwa jumlah pasien yang didampinginya, di wilayah Bandung atau Rumah Sakit tipe A selama tahun 2020 sekitar 10 hingga 20 orang setiap bulannya.

Lalu bagaimana cara mendampingi pasien sebanyak itu, “Kami lakukan dengan cara estapet dari mulai kader dan para aktivis di daerah, dari mulai tingkat desa, kecamatan dan kabupaten hingga ke relawan dan aktivis kesehatan tingkat provinsi di Bandung,” ungkap Pipin, baru-baru ini.

Lanjut Pipin mengatakan, “Mungkin hal yang membingungkan bagi masyarakat awam, bagaimana mengkaper pasien yang segitu banyak kok bisa terkaper, itu ada cara tersendiri TEPG FMP bersinergitas dengan rumah sakit setempat. Sehingga pasien bisa dilayani dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Adapun catatan pasien yang didampingi oleh TPEG FMP selama tahun 2020 yang paling banyak, yaitu pada Bulan Februari – Maret 2020, jumlah pasien hingga mencapai 23 orang per bulanya dengan diagnosa yang berbeda-beda.

Pada Bulan April 2020 mengalami penurunan drastis, karena pihak rumah sakit dan pemerintah pusat memberlakukan PSBB, sehingga pasien rawat jalan dari daerah dibatasi untuk sementara waktu, guna mengantisipasi penularan Virus Corona/ Covid-19.

Tetapi, karena kondisi para pasien yang harus tetap berobat jalan ke rumah sakit pusat, maka pada Bulan Mei 2020, berangsur dan berjalan seperti biasanya dengan syarat mengikuti aturan protokol kesehatan.

Terkait catatan diatas sebagai evaluasi, “Maka kami Tim Evakuasi Pasien Gakin FMP mengumumkan pula kabar gembira bagi masyarakat Subang untuk pasien yang berobat di Bandung, kami sedang mengupayakan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam hal ini Dinas Kesehatan agar bisa menambah jumlah ruang/kamar inap, hingga bisa digunakan menampung 20 pasien,” pungkas Pipin.

Sementara, salah seorang asli warga Subang, bernama Saepudin sebagai Tim relawan kesahatan yang sudah bergerak satu tahun ini, bekerjasama dengan TPEG FMP di Bandung menambahkan,  “Kita do’akan bersama, semoga Rumah Singgah Pasien Subang di Bandung bisa samakin maju dan nyaman dalam pelayanan,” katanya berharap. (Pepen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya