Bupati Subang Resmikan Kantor FKPAI

oleh

Bupati Subang Resmikan Kantor FKPAI

SUBANG, (PERAKNEW).- Dengan ditandai pemukulan alat musik hadroh, Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih resmikan Kantor Sekretariat FKPAI (Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam) dan Pokjaluh bertempat di Jl. Ade Irma Suyani Nasution No. 2, Karanganyar, Subang atau di samping kantor DPMTSP bersama KH. Musyfiq Amrullah Ketua PCNU Kab. Subang.

FKPAI adalah pegawai percontohan di Kementerian Agama (Kemenag) atau disebut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), yang akan dievaluasi setiap 3 tahun sekali. Seperti yang disampaikan kepala Kemenag Subang KH. Abdurohim bahwa anggot FKPAI merupakan pegawai kontrak 3 tahun sampai 2019 dan insya allah anggotanya nanti menjadi PNS.

“Ini berdasar dari UUD no. 5 yaitu posisinya sama dengan PNS dan punya kewajiban setiap bulannya harus membuat laporan harian perbulan dan setelah membuat laporan harus melaksanakan tugas,” ungkapnya. Tugas pokok FKPAI adalah melakukan pembinaan dan penyuluhan per orang 4 majelis taklim atau mesjid. Dengan jumlah anggota di Kabupaten Subang sebanyak 241.

“Sebenernya ada yang menarik dari peresmian ini karena walaupun bangunannya ngontrak tapi diresmikan untuk jadi sekretariat,” tambah Abdurohim yang diiringi gelak tawa oleh seluruh anggota FKPAI. Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih mengatakan, FKPAI harus benar-benar didukung, karena ini behubungan dengan pendiikan moral untuk Subang.

“Harus didukung dengan diberikan kesejahteraan, karena kesejahteraan untuk semua lapisan juga honornya harus di targetkan. Karena kesejahteraan akan meningkatkan kinerja. Apalagi itu mengenai untuk pendidikan moral ungkap bunda Imas sapaan akrabnya. “Kita harus melawan narkoba untuk pemuda-pemuda Subang. “Subang ini masih tinggi kasus-kasus narkobanya, sehingga dengan penguatan moral keagamaan kita pasti bisa mencegahnya,” tuturnya.

Harus ada pengawalan yang ekstra dalam pembangunan pelabuhan Patimban dan bendungan Sadawarna. Walaupun sudah deal dibangun di Subang. Jangan sampai masyarakat Subang sendiri menjadi penonton tetapi warga Subang harus merasakan dampak yang positif yaitu yang utama mengenai penyerapan tenaga kerja dari lapangan kerja yang dibangun di Subang 80% minimal karyawannya dari Subang, juga untuk peningkatan ekonomi yaitu dengan meminta untuk bantuan kapal, juga peningkatan PAD Subang.

(Hum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *