Baru Beberapa Hari Dibangun, Jalan Beton Lamaran Sudah Pada Retak

Featured, SUBANG7,771 views

PABUARAN-SUBANG, (PERAKNEW).- Proyek pengerjaan rabat beton jalan kabupaten, volume panjang kurang lebih sekitar 200 Meter dengan lebar 4 Meter yang berada di Dusun Lamaran, Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018, diduga sarat penyimpangan.

Baru Beberapa Hari Dibangun, Jalan Beton Lamaran Sudah Pada Retak

Pasalnya, baru beberapa hari dibangun, jalan tersebut sudah banyak yang retak, patut dicurigai, bahwa keretakan-keretakan yang muncul pada bangunan baru itu, akibat dalam proses pelaksanaannya asal-asalan atau tidak sesuai spesifikasi dan beton yang digunakan bermutu rendah.

Selain itu, tahap awal pengerjaannyapun tidak benar, jalan yang rusak parah sebelumnya, hanya diurug dengan cara perkerasan batus plits tanpa dipadatkan menggunakan alat berat stum.

Lebih parahnya, pelaksanaan dilakukan pemborong pada malam hari dan situlah ketika siang hari ditemukan banyak keretakan pada jalan baru dibangun itu.

Tak lepas dari penyimpangan belanja bahan materialnya saja, pemborong proyek itu, untuk mengelabui masyarakat ketika hendak memantau pekerjaan. Nampak di lokasi proyek tidak terpasang papan nama informasi proyek.

Yang mana dalam papan nama itu tercantum, antara lain informasi alamat pekerjaan, nama pelaksana, sumber dana, volume, nilai anggara hingga waktu pekerjaan dan seterusnya yang berkaitan dengan informasi public, karena setiap pembangunan yang dibiaya Negara adalah dari rakyat untuk rakyat. Maka, wajib hukumnya bagi pemborong pekerjaan pemerintah, untuk mempang informasi pekrjaan.

Hal itu terbukti dari keterangan salah seorang Tokoh Masyarakat Dusun Lamaran, bernama Enju kepada Perak, Jum’at (17/08/18), “Memang benar pekerjaan fisik rabat beton jalan kabupaten tersebut dicurigai tidak sesuai spec, karena dalam pengerjaan pengecorannya dilakukan pada malam hari, namun siang harinya dicek hasilnya banyak yang retak, papan nama proyekpun tidak dipasang, tahapan pengerjaan diawali dengan perkerasan menggunakan batu splite tanpa dilakukan pemadatan menggunakan alat berat, melainkan langsung dilakukan pengecoran dan kwalitas betonnya sendiri diperkirakan dibawah kwalitas standar jalan kabupaten,” bongkarnya. (Rohman)