Banjir di Wilayah Kelurahan Utama Ditinjau Wali Kota Cimahi

CIMAHI737 views

PERAKNEW.com – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana meninjau lokasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Sabtu (24/1/2026). Banjir dilaporkan terjadi di beberapa rukun warga (RW), di antaranya RW 10, RW 11, RW 13, dan RW 15.

Ngatiyana mengatakan, hingga sore hari sebagian wilayah terdampak masih tergenang air, sehingga aktivitas warga dan akses jalan terganggu. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai lebih dari satu meter, “Sebagian wilayah belum surut hingga sore ini. Jalan tidak bisa dilalui dan sejumlah warga masih terdampak genangan,” ujar Ngatiyana saat meninjau lokasi.

BPBD Kota Cimahi langsung melakukan evakuasi warga terdampak. Sekitar 30 kepala keluarga atau kurang lebih 200 jiwa dievakuasi ke tempat yang lebih aman menggunakan perahu karet. Wilayah paling terdampak berada di RT 1, 2, 4, dan 5 RW 11 hingga mencapai 3 meter.

Menurut Ngatiyana, banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara merata di wilayah Kota Cimahi dan daerah sekitarnya.

Pemerintah menyiapkan perlengkapan pengungsian, seperti kasur dan kebutuhan dasar lainnya, serta mendirikan dapur umum, “Karena warga tidak bisa memasak akibat genangan air, dapur umum disiapkan untuk melayani masyarakat di empat RW terdampak. Penanganan dilakukan secara terpadu oleh kelurahan, BPBD, dan unsur masyarakat,” katanya.

Aliran air dari kawasan yang lebih tinggi mengalir ke wilayah Kelurahan Utama yang berada di bagian bawah, sehingga menyebabkan penumpukan air. Kondisi drainase yang kurang lancar serta adanya penyumbatan aliran air turut memperparah genangan, “Curah hujan ekstrem menyebabkan debit air meningkat drastis. Ditambah sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air, akhirnya terjadi genangan dan banjir,” ujar Ngatiyana.

Ngatiyana memastikan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat terus bergerak untuk menangani dampak banjir, termasuk memindahkan warga ke tempat yang lebih aman serta melakukan upaya pembersihan dan normalisasi saluran air, “Ini merupakan kejadian yang jarang terjadi di Kelurahan Utama. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya. (Harold)