oleh

Anggota DPRD/ Pemcam Sukahening Sambangi Warga Desa Banyurasa

TASIKMALAYA, (PERAKNEW).- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli, S.IP., dan Pemerintah Kecamatan Sukahening menjenguk Muhamad Soleh (8) warga Kampung Legok RT 02 RW 07 Desa Bayurasa, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmlaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis (05/09/2019).

“Alhamdulillah, saya langsung responsip terhadap masyarakat setelah tadi menjenguk ke rumah Ibu Uti, di satu sisi bisa di katakan silaturahmi dan di satu sisi lagi, saya sebagai wakil rayat di Dapil II,” ujar Nanang Romli, kepada wartawan, saat dihubungi melalui pesan WhatsAppnya.Lanjut Nanang, “Adapun bantuan yang saya berikan, itu alakadarnya untuk membantu pengobatan cucu Ibu Uti (Muhamad Soleh),” katanya.

Insya Allah, tambah Nanang, “Akan diperjuangkan untuk membenahi sarana RTLH nya seiring waktu yang berjalan sesuai dengan kapasitas saya, sebagai wakil rakyat dan saat saya bekerja untuk membuktikan terhadap mmasyaraka. Tadi pun langsung koordinasi kepada pihak Pemerintah Kecamatan Sukahening melalui Camat, kepala Puskesmas Sukahening, Dinsos dan TKSK. Alhamdulillah Kami bersama-sama turun kelapangan ke rumah Ibu Uti. Semoga cucu Mak Uti lekas sembuh dan mudah-mudahan Allah SWT meridhoi niat baik kita semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Sukahening, H. Aep Saripudin S.Km, M.Si, menjelaskan, “Saya bersama-sama dengan camat, tim dari Puskesmas dan anggota dewan, perlu ditindak lanjuti untuk perbaikan dan penyembuhan penyakitnya (Muhamad Soleh) dan perhatian dari berbagai pihak untuk peningkatan perbaikan kehidupannya. Melalui perhatian dan langkah kongkrit dari pihak terkait, kecamatan, desa, TKSK, wakil rakyat (anggota DPRD) dalam bentuk material atau imaterial, besar harapan akan dapat memperbaiki kondisi fisik anak dan atau keadaan keluarganya,” kata Aep.

Aep menambahkan, “Kami bersama tim dari Puskesmas sudah di memeriksa dan diindikasikan harus di rujuk ke Poli Tumbuh kembang Anak (dokter specialis Anak),” tandasnya.

Sementara, Kasi Kesra Desa Banyurasa, Hendra Gunawan kepada Perak mengatakan, bahwa Muhamad Soleh (8) anak dari pasangan Enjang Samsudin dan Ny. Rohimah tersebut, sudah lama sakit serta sebelumnya juga pernah ditangani Puskesmas juga, “Keluarga Ejang Samsudin tinggal bersama orang tuanya, yaitu Ibu Uti (69) dan Insyaalloh untuk rumahnya (Tidak Layak Huni), kami sedang berusaha koordinasi ke tingkat atas,” katanya.Lanjut Hendra, “Terkait Rumah tidak layak huni milik Ibu Uti tersebut, saya sudah koordinasi dengan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Kecamatan Sukahening dengan mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati,” ucap Kasi Kesra Desa Banyurasa, Hendra Gunawan didampingi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Sukahening, Arip Budiansah kepada Perak, saat ditemui di Kantor Desa Banyurasa, Selasa (17/09/2019) siang.

Hendra menambahkan, jumalah RTLH di wilayah Desa Banyurasa lebih dari 500 rumah.Pada saat disinggung tentang adanya informasi, bahwa dulu pernah mau menerima program bantuan RTLH, namun di tolaknya oleh Pemerintah desa dia menjawab, “Alasannya yang pertama karena tidak mencukupi kuota kebutuhan, sehingga ditakutkan nantinya menjadi timbul gejolak di masyarakat. Kedua, dari hasil penelusuran di masyarakat sehubungan dana dari Pemerintah sifatnya Setimulan jadi pada saat itu masyarakat belum sanggup mengadakan swadaya,” katanya.

Masih kata Hendra, bahwa terkait dengan penolakan oleh kepala desa dulu mungkin hasil pertimbangan atau masukan dari orang lapangan yang berkomunikasi langsung dengan para calon penerima manfaat yang kenyataannya para penerima manfaat merasa keberatan dengan jumlah dana yang waktu itu hanya Rp10 Juta/unit tapi bangunan harus jadi, sedangkan untuk mecukupi kebutuhan hidup saja mereka kekurangan, “Berharap kepada Pemerintah daerah memberikan perhatian lebih, minimal kalau misalkan pengajuan sebayak 300 Rumah, ya minimal bisa terkaper setengahnya dari pengajuan agar cepat tuntas. Program RTLH untuk para fakir miskin harus sampai tuntas supaya tidak meninggalkan beban bagi mereka dan di seleksi mana yang betul-betul harus di prioritaskan,” pungkas Hendra berharap.

Selain itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sukahening, Arip Budiansah mengatakan, terkait keadaan keluarga Ibu Uti diinformasikan dari Dinas sosial dan memerintahkan harus turun, memantau langsung ke lapangan. Saya langsung berkoordinasi dengan rekan yang di Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) untuk ikut andil meringankan beban keluarga Ibu Uti serta cucunya yang sedang sakit. Alhamdulillah ada respon yang baik dari Baznas dan mereka langsung turun dengan memberikan bantuan langsung, konsumtif kepada Ibu Uti sebesar Rp1 Juta,” katanya.Kemudian untuk bantuan dari Dinas sosial terang Arip, “Kami tempuh kemarin dan mungkin sekarang sudah ditembuskan ke bupati dan proposalnya sudah sampai ke sana, karena kegiatan Rutilahu di Dinas Sosial belum siap anggarannya, jadi harus melalui memo (Rekomendasi) dari bupati. Alhamdulillah kami sudah komunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas sosial harus meminta memo (Rekomendasi) dari Bupati serta Sekpri Bupati juga respon untuk membantunya. Tindak lanjutnya mungkin nanti setelah selesai dari Bupati, dikembalikan lagi ke Dinas sosial untuk menindaklanjuti bantuan ke ibu Uti,” jelasnya.

Menurut Arip, “Kami telusuri kemarin dari tetangga ibu Uti ada sekitar 7 rumah yang Tidak layak huni karena disana masih bayak rumah panggung dan tidak memiliki WC, masih menumpang di WC umum tidak memiliki WC sendiri. Kalau ada celah nanti kita bantu dan proses untuk menempuh pengajuan bantuan, pertama harus masuk dulu Bdt pendataan dulu dan kedepannya rumah-rumah yang sudah tidak layak huni terersebut akan terkaper dengan program-program yang ada di pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya,” imbuhnya.

Arip menambahkan, “Ibu Uti tersebut tidakmenerima atau tidak mendapatkan bantuan PKH, KIP, KIS dan lain-lainnya tapi Alhamdulillah sekarang ini, sudah tercover masuk di Bdt untuk usulan pengajuan baru. Alhamdulillah sudah ditempuh oleh desa, mungkin tinggal eksekusi di penjaringan pendataan, soalnya di penjaringan BDT nya sudah masuk data base,” bebernya.Masih kata Arip, “Berharap banyak dari lembaga-lembaga yang lain atau dinas terkait termasuk Dinas Kesehatan dan sebagainya untuk ikut andil dalam permasalahan-permasa¬lahan seperti Ibu Uti, tetapi bukan hanya Ibu Uti saja, karena masih banyak keluarga atau saudara kita di Kabupaten Tasikmalaya khususnya di Kecamatan Sukahening yang nasib sama. RTM di Wilayah Kecamatan Sukahening yang masuk dalam BDT berjumlah sekitar 2400,” pungkasnya.

Di waktu bersamaan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tasikmalaya juga berikan bantuan kepada keluarga Ibu Uti tersebut. (Fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya