Sosialisasi BSPS Distarkim Polman Diminati Warga Wonomulyo

oleh -27 views

POLMAN-SULBAR, (PERAKNEW).- Acara sosialisasi dan penyuluhan rembuk warga dalam rangka pelaksanaan Bantuam Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang belum lama ini diselenggarakan di Aula Pendopo Pemerintah Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) cukup diminati warga.

Dimana acara tersebut, dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Polman, Ir. Hj. Mahadiana Djabbar dandan beberapa kepala desa Sekecamatan Wonomulyo, sertae Tim Tehknis kabupaten, juga para pendamping dan ratusan warga.

Adapun tujuan acara ini diselenggarakan, intinya adalah supaya mereka bisa memahami bagaimana program BSPS itu. Jangan hanya mendengarkan ada bantuan saja, tetapi makna BSPS itu sendiri mereka tidak pahami.

Jadi program BSPS itu, ada ilmu didalamnya bagaimana masyarakat bisa berswadaya membangun. Mereka membangun rumah yang tidak layak huni, bukan karena tidak mampu, melainkan faktor ketidak ada kepedulian.

Terbukti kemarin ada yang membangun rumah seperti gudang, “Jadi kami hadir disini bertatap langsung  dengan masyarakat untuk memberikan penjelasan seperti ini yang dimaksud rumah sehat, yaitu rumah yang memiliki fentilasi, ada pencahayaan, ada pertukaran udara dan sanitasi,” ungkap Ir. Hj. Mahadiana Djabbar kepada Perak.

Lebih lanjut Mahadiana mengatakan, “Sebenarnya kita ingin turun ke desa- desa, tetapi karena waktu yang mepet jadi kita datangi per kecamatan dari 40 desa yang datanya sudah masuk. Jadi nanti kalau ada sosialisasi tingkat kabupaten, kitaakan kumpul lagi di sana, supaya satu persepsi” kata Mahadiana.

Ini adalah tindakan yang cukup bagus, karena adanya keterbukaan kepada masyarakat, jawab Kades Arjosari, Sahabuddin saat ditanya oleh Perak, terkait kehadirannya Mahadiana, yang turun langsung bertatap muka dengan warga penerima manfa’at.

Ditempat yang sama, Kades Sumberjo, Murdifin menambahkan, “Dengan kehadiran beliau itu, tentu sangat membantu para kepala desa, karena disitulah kesempatan warga bertanya langsung kepada pihak-pihak terkait,” katanya. (Syarifuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *