PERAKNEW.com – Proyek pembangunan Hanggar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Amola kembali menjadi sorotan. Kali ini mengarah pada lemahnya fungsi pengawasan dari Inspektorat Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terhadap proyek tersebut.
Menyikapi hal itu, Aktivis Anti Korupsi Sulbar, Uppi menyoroti transparansi pelaksanaan proyek yang dinilai tidak sesuai ekspektasi ini, bahkan diduga terindikasi menyimpang dari rencana awal, “Harusnya ini ada pengawasan dari lembaga terkait,” ujar Uppi.
Namun, ketika dikonfirmasi, Inspektur Inspektorat Polman, Ahmad Saifuddin pihaknya selaku lembaga pengawas justru mengaku tidak mengetahui adanya proyek hanggar tersebut, “Ya, memang harusnya dievaluasi itu. Karena kami kemarin memang tidak berfokus ke situ. Kami lebih fokus pada persoalan sampah yang bertumpuk-tumpuk,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya kelemahan serius dalam pengawasan proyek Hanggar ini, terutama proyek yang berada dalam kawasan pengelolaan limbah seperti TPA. Padahal, proyek hanggar yang dibangun di lokasi tersebut seharusnya mendapatkan perhatian serius
Minimnya pengawasan dari Inspektorat membuka ruang bagi potensi penyimpangan, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun efisiensi penggunaan anggaran.
Atas hal tersebut, Uppi kembali mempertanyakan, bagaimana mungkin proyek yang menggunakan anggaran sebesar itu lolos dari evaluasi pengawasan, “Jika dibiarkan begitu, jangan sampai harus berulang ulang di OPD seperti ini, konsekuensinya harus diterima oleh PPKnya, ini jelas pengawasan sudah lemah dan juga merusak kepercayaan publik terhadap sistem pengelolaan anggaran dan tata kelola pemerintah daerah,” jelas Uppi, (6/8/25). (Sbr)






