Rochineng Tinjau Sejumlah Pembangunan Fasilitas Umum

BALI, Featured5,573 views

GIANYAR-BALI, (PERAKNEW).- Meski dalam suasana hari libur, Pjs Bupati Gianyar, I Ketut Rochineng bersama Sekda Kab. Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar melakukan kunjungan kerja meninjau proses pembangunan fasilitas umum seperti pasar dan jembatan di wilayah Kecamatan Blahbatuh, Sukawati dan Ubud, (10/5/18).

Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pembangunan, karena berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat, seperti akses jalan dan pasar.

Di Kecamatan Blahbatuh, Rochineng meninjau proses pembangunan Pasar Desa Keramas yang sedang dalam proses tender. Dana pembangunan Pasar Desa Keramas yang ditargetkan selesai tahun ini bersumber dari APBD/DAK sebesar Rp4,1 Milyar. Pada kesempatan itu, Rochineng juga mengunjungi lokasi pasar sementara Desa Keramas dan ngobrol dengan sejumlah pedagang.

“Semuanya berjalan sesuai rencana, pedagang juga bisa beraktivitas seperti biasa. Beberapa bulan ini proses pembangunan pasar akan mulai dikerjakan. Diperkirakan, pasar baru tersebut bisa menampung 203 pedagang, melebihi jumlah pedagang yang ada di pasar sementara saat ini,” terang Rochineng.

Selanjutnya, Pjs Bupati Rochineng meninjau lokasi Jembatan Tegenungan, Desa Kemenuh, Sukawati yang beberapa bulan lalu jebol. Jembatan Tegenungan tersebut merupakan 8 (delapan) obyek bencana di Kabupaten Gianyar, dimana 3 (tiga) obyek bencana sudah dilakukan perbaikan dengan dibiayai APBD, sementara sisanya, yakni 5 (lima) obyek bencana lainnya belum bisa dibiayai APBD, karena biayanya tinggi, yakni kurang lebih Rp13 Milyar. Salah satu dari lima obyek bencana tersebut, yakni Jembatan Tegenungan yang sudah beberapa kali mengalami jebol sehingga mengganggu aktivitas warga.

“Jembatan ini kan merupakan akses jalan penghubung, jadi sangat penting keberadaannya bagi masyarakat. Saya sudah perintahkan ke SKPD terkait untuk mengajukan proposal ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk kelima obyek bencana tersebut. Minggu ini sudah mulai dikerjakan,” tambah Rochineng.

Pjs Bupati Gianyar, I Ketut Rochineng bersama Sekda Kab. Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya serta sejumlah pejabat juga meninjau lokasi pembangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Celuk. Sentra kerajinan yang ditarget selesai tahun 2018 ini, merupakan bantuan dari Kementerian Perindustrian RI sebesar Rp5,2 Milyar.

Pembangunan sentra kerajinan ini sebagai upaya Pemkab Gianyar dalam mengembalikan citra Desa Celuk sebagai sentra kerajinan perak. Sentra IKM tersebut juga nantinya akan digunakan sebagai pusat pelestarian dan peningkatan keterampilan perajin perak di Desa Celuk dan sekitarnya yang dikelola oleh Pemkab Gianyar.

Kunjungan selanjutnya, pada lokasi pembangunan Pasar Desa Silakarang. Pasar dengan alokasi dana sebesar Rp9,8 Milyar bersumber dari dana DAK sebesar Rp4 Milyar, serta bantuan Kementerian Perdagangan RI sebesar Rp5,8 Milyar tersebut, direncanakan rampung dikerjakan 2018 ini.

Pembangunan pasar tersebut merupakan kerjasama Pemkab Gianyar dengan Desa Pakraman Silakarang. Pemkab Gianyar dalam hal ini, mengerjakan bangunan pasar sementara Desa Pakraman Silakarang sebagai penyedia lahan.

Terakhir, Rochineng meninjau Pasar Ubud yang dua tahun lalu mengalami kebakaran. Di lokasi Rochineng juga menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah pedagang sembari menerima masukan dari pedagang. Sejumlah pedagang sempat menanyakan terkait lamanya proses perbaikan bangunan pasar yang terbakar tersebut. Dijelaskan, di tahun 2017, perbaikan bangunan pasar yang terbakar tersebut sudah dianggarkan sebesar Rp10 Milyar.

Namun, karena kajian kelayakan gedung yang terbakar baru diterima pertengahan tahun yang menyatakan, bahwa sisa bangunan tersebut tidak layak serta harus dibangun ulang (dibongkar). Sehingga, proses perbaikan tidak bisa dikerjakan. Namun, tahun 2018 ini proses perencanaan dan pembongkaran sudah dianggarkan, serta pembangunan akan rampung dikerjakan 2019 mendatang.

Untuk menyediakan lahan parkir bagi pengunjung pasar, rencananya pembangunan pasar Ubud dibangun berlantai dua dengan alokasi dana sebesar Rp40 Milyar bersumber dari dana pusat yang sudah dikoordinasikan oleh Pjs Bupati Rochineng. Di lokasi tersebut juga akan dibangun basement untuk parkir roda dua, sedang dilantai 1 akan dikhususkan untuk parkir roda empat dan beberapa pedagang. Sementara untuk para pedagang sebanyak 43 pedagang akan dialokasikan di lantai dua.

“Konsep pembangunannya memperhatikan masukan dan saran para pedagang. Nanti disini (Pasar Ubud-red) akan dibangun basement sebagai parkir roda dua, di atasnya lantai 1 akan dimanfaatkan untuk parkir roda empat. Sedangkan para pedagang nanti akan dialokasikan di lantai 2. Semua akan kita coba tata dengan baik, sehingga pedagang dan pengunjung sama-sama nyaman beraktivitas,” jelas Rochineng. (Kt/Hum)