Polsek Sindang Gercep Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan, Ketua FMP Jabar Minta Pelaku Segera di Tahan

PERAKNEW.com – Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jawa Barat cabang Kabupaten Indramayu memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek Sindang atas respons cepat dan profesionalisme dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang baru-baru ini terjadi di wilayah hukum kecamatan Sindang.

AN (korban) melalui Ketua FMP Jabar Indramayu, Sono menyampaikan bahwa langkah sigap Polsek Sindang dalam menindaklanjuti laporan masyarakat menunjukkan komitmen aparat dalam menegakkan hukum dan menjaga rasa aman di tengah masyarakat.

“Kami dari FMP Jabar Indramayu mengapresiasi kinerja Polsek Sindang. Penanganan yang cepat terhadap laporan dugaan penganiayaan ini patut diapresiasi sebagai bentuk keberpihakan terhadap keadilan dan perlindungan terhadap korban dari tahapan penyelidikan kini sudah naik menjadi penyidikan sesuai surat SP2HP (pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan) nomor B/52/V/2025/Reskrim tanggal 9 Mei 2025,” ujar Sono dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2025).

Baca Juga : Lucky Hakim-Syaefudin Launching 14 Program Percepatan Visi Indramayu REANG

Lebih lanjut ia mengatakan, “bahwa Terkait kasus dugaan penganiayaan tersebut tertuang dalam pasal 351 dan pasal 352 KUHAP, kami meminta kepada Kapolsek Sindang, Kapolres Indramayu dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Indramayu dugaan pelaku penganiyaan segera di tahan dan di proses hukum serta diterapkan pasal 351 karena pelaku SR Warga desa Wanantara adalah laki-laki dan korbanya adalah seorang perempuan warga desa Wanantara dan luka yang dialami korban ditangan cukup parah,” tegas ketua FMP Jabar.

Ia juga berharap agar proses hukum terhadap kasus tersebut terus dikawal hingga tuntas dan transparan, sehingga bisa memberikan efek jera kepada pelaku serta menjadi pelajaran bagi masyarakat luas.

Seperti di beritakan Perak sebelumnya Bahwa Seorang wanita berinisial AN (30) dilaporkan mengalami luka-luka setelah diduga dianiaya oleh kakak iparnya sendiri, berinisial SR, di desa Wanantara Kecamatan Sindang.

Baca Juga : Pemerintah Desa Mekarluyu Realisasikan BLT-DD TA 2025 Kepada 50 KPM

Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu siang (12/4), saat korban tengah berkunjung ke rumah Erlina adik dari korban. Menurut keterangan saksi, terjadi cekcok antara keduanya yang diduga dipicu oleh persoalan keluarga dan warisan. (Lukman)