Para Pasien Rumah Singgah Subang di Bandung Berterimakasih Kepada Pemda Subang

PERAKNEW.com – Sudah tujuh tahun Rumah Singgah Pasien Kabupaten Subang beroperasi, yaitu dari sejak Bulan Februari 2018 sampai saat ini Tahun 2025. Tercatat sudah tujuh ribu lebih, tepatnya 7.670 pasien yang singgah menginap di rumah singgah Subang sejak tahun tersebut.

Salah satu keluarga pasien bernama Jaya (35) warga Dusun Rawasari, RT 015/RW 008, Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang menerangkan kepada Perak (2/9/2025), “Kami mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemda Subang, karena selama kami menginap di rumah singgah ini merasa nyaman dan tentunya sangat terbantu mengurangi beban biaya selama anak kami berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin dan juga terima kasih kepada Tim pendamping FMP Jabar yang bertugas di rumah singgah sudah membantu kami dalam kelancaran proses pengobatan, baik di rumah singgah maupun di rumah sakit,” jelasnya.

Jaya merupakan salah satu keluarga pasien yang mendampingi anaknya, bayi berusia 8 hari pada saat itu mengalami sakit jantung bocor sejak lahir dan harus dirujuk ke rumah sakit di Bandung dan sudah menginap di rumah singgah selama kurang lebih 3 bulan sejak tanggal 23 Juli 2025 hingga saat ini.

Baca Juga : PLN Dorong Interkoneksi ASEAN Power Grid untuk Akselerasi Transisi Energi Bersih

Hal serupa juga diucapkan beberapa pasien yang sampai saat ini masih menginap di rumah singgah, diantaranya Haji Sobandi (52) warga Patokbeusi, Eka (48) warga Cisalak, Junah (40) warga Blanakan, Nuryati (45) warga Tanjungsiang, Siti Rumiyati (53) Warga Cikaum, Sayuti (66) warga Compreng dan beberapa pasien lain mengucapkan hal serupa, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Subang yang sudah menyediakan fasilitas rumah singgah di Bandung, sehingga dapat mengurangi beban pengeluaran selama berobat di Bandung. Perlu diketahui, bahwa biaya ngontrak rumah di sekitar rumah sakit kisaran Rp50 ribu/ hari hingga Rp100 ribu/ hari dengan tempat tidur seadanya.

Lain halnya dengan adanya Rumah singgah Subang di Bandung, dengan menginap Gratis dan fasilitas peralatan Medis Tabung Oksigen, kursi roda, blankar dan unit Ambulance serta ruang inap yang nyaman itu pasien merasa terbantu, seandainya saja tidak ada rumah singgah di Bandung, maka nilai ngontrak/sewa tersebut dikalikan sebulan sudah senilai Rp 1.500.000,- hingga Rp 3.000.000,-/bulan sesuai kemampuan pasien, apalagi pasien yang harus berobat ber bulan-bulan haruskah mengeluarkan jutaan rupiah.

Sejak Tahun 2018 hingga saat ini fasilitas Rumah singgah Alhamdulillah terus berkembang dari mulai hanya menampung 8 pasien, kini sudah bisa menampung hingga 12 pasien dan jika selama ini Rumah singgah Subang dan Pemda Subang baru bisa ngontrak rumah di sekitar area dekat Rumah sakit, maka kedepannya insyaallah Pemerintah Kabupaten Subang akan membeli Rumah untuk Rumah Singgah Pasien Kabupaten Subang di Bandung dengan menampung kapasitas hingga 20 pasien.

Baca Juga : Inspektorat Jenderal Kemendagri Tindaklanjuti Soal Kewenangan Bupati Subang Copot Kalak BPBD dan Esselon II Lainnya Yang Bermasalah

“Kami para pasien dan keluarga pasien mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Subang. Semoga apa yang diinginkan warga Subang dan Pemerintah Kabupaten Subang dapat terwujud dengan lancar dan baik, Amiiin Ya Robbalalamiin,” tutur mereka mendoakan. (Pepen Adi)