Nama RSUD Cibabat Resmi diganti Menjadi RSUD Wijaya Mulya

CIMAHI2,315 views

PERAKNEW.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat resmi berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Wijaya Mulya. Perubahan nama tersebut disampaikan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana usai Sosialisasi Rebranding RSUD Cibabat, di Aula Gedung D RSUD Cibabat Jalan Amir Mahmud, Kota Cimahi, Senin (20/7).

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menegaskan, bahwa rebranding bukan sekadar mengganti nama, logo, ataupun slogan rumah sakit.

Menurutnya, perubahan identitas harus diikuti perubahan cara berpikir, budaya kerja dan kualitas pelayanan sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah, “Kalau rebranding hanya berhenti pada pergantian nama, tentu tidak akan memberikan nilai tambah. Yang kita bangun adalah transformasi menyeluruh, mulai dari citra, budaya pelayanan, hingga kualitas layanan kesehatan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ngatiyana menjelaskan, selama ini rumah sakit masih identik dengan rasa sakit, ketakutan dan kecemasan. Paradigma tersebut harus diubah agar rumah sakit menjadi ruang yang memberikan rasa nyaman, tempat masyarakat berkonsultasi mengenai kesehatan, memperoleh edukasi, hingga melakukan upaya pencegahan penyakit sebelum kondisi menjadi lebih berat.

Kajian rebranding yang dilakukan tidak disusun secara instan. Pemerintah Kota Cimahi bersama PT MarkPlus Indonesia melaksanakan serangkaian tahapan mulai dari in-depth interview, focus group discussion bersama tokoh masyarakat, lokakarya internal, hingga finalisasi kajian.

Seluruh proses tersebut dilakukan untuk memastikan identitas baru rumah sakit lahir dari kebutuhan masyarakat sekaligus mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, nama RSUD Cibabat disepakati berubah menjadi RSUD Wijaya Mulya. Nama tersebut dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat, “Wijaya” dimaknai sebagai kemenangan atau keberhasilan, sedangkan “Mulya” menggambarkan kemuliaan dan harapan untuk kembali sehat.

Filosofi tersebut selaras dengan semangat rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik yang dilakukan dengan hati, sehingga setiap pasien memperoleh kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan sehat dan bermartabat, “RSUD Wijaya Mulya berarti melayani dari hati. Rumah sakit harus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi, status sosial, maupun jenis pembiayaannya. Yang utama adalah keselamatan pasien dan pelayanan yang tulus,” kata Ngatiyana.

Ia menegaskan, selama ini RSUD Cibabat telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pelayanan kesehatan yang inklusif.

Tidak sedikit masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan atau kepesertaan BPJS yang belum aktif tetap memperoleh pelayanan medis terlebih dahulu. Setelah kondisi pasien tertangani, rumah sakit membantu proses administrasi kepesertaan sehingga masyarakat tidak terbebani biaya pelayanan.

Ngatiyana juga menekankan, bahwa keberhasilan rebranding harus ditopang oleh tiga pilar utama, yakni pembaruan citra dan misi rumah sakit, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan pendekatan humanis.

Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting agar perubahan identitas benar-benar diikuti peningkatan mutu pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, “Papan nama bisa saja berubah, tetapi kepercayaan masyarakat hanya akan tumbuh ketika mereka merasakan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, mudah diakses, dan penuh empati. Itulah identitas sesungguhnya dari sebuah rumah sakit,” tegasnya.

Rebranding RSUD Cibabat ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya budaya pelayanan baru yang semakin memperkuat kualitas layanan kesehatan daerah sekaligus mendukung terwujudnya visi Cimahi MANTAP (Maju, Agamis, Nyaman, Teladan, Aman, dan Produktif) melalui pelayanan publik yang semakin profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (Harold)