MTs PUI Al-Jihad Sukamandi Belum Tersentuh Bantuan Pemda Subang

oleh -27 views

CIASEM-SUBANG, (PERAKNEW).- Berdiri sudah selama puluhan tahun di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Madrasah Tsanawiyah (MTs)/SMP sederajat Persatuan Umat Islam (PUI) Al-Jihad Sukamandi belum pernah menerima bantuan bantuan pembangunan fisik sekolah, begitupun bantuan non fisik, berupa Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dari Kabupaten Subang sudah dua tahun ini tidak kunjung cair.

Seperti dikeluhkan Kepala Sekola MTs PUI Al-Jihad Sukamandi melalui Bagian Kesiswaan/ TU, Dzikri kepada Perak, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (04/9/19), “Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Subang belum pernah sampai ke sekolah kami ini, baik bentuk pembanguna fisik ataupun non fisik. Padahal proposal pengajuan bantuan, sudah banyak kami disampaikan ke pemerintah kabupaten. Adapun Dana BOS kabupaten juga sudah dua tahun ini tidak cair,” tuturnya.

Berharap, pemerintah memandang MTs PUI ini setara dengan sekolah swasta dan negeri lainnya, “Kami berharap, di era kepemimpinan bapak H. Ruhimat ini, Pemda Subang dapat senantiasa peduli kepada sekolah kami ini dan perhatiannya agar disamakan dengan sekolah lain, karena sekolah kami juga mempunyai tujuan yang sama dengan sekolah lain, yaitu menciptakan peserta didik yang cerdas, beriman, terampil dan berwawasan global,” ujarnya berharap.

Ditengah keterpurukannya itu, MTs PUI Al-Jihad Sukamandi masih menyempatkan menggratiskan biaya sekolah hingga membelikan kebutuhan sekolah, seperti seragam sekolah sampai tas, juga sepatu siswa siswinya yang tidak mampu atau putus sekolah, bernama Sela adalah anak yatim dan Karta korban perceraian kedua orang tuanya atau istilah bulenya Broken Home. Keduanya beralamat di Dusun Margaluyu Timur, Desa Sukamandijaya, Kec. Ciasem.

Sementara, masih ditempat dan waktu yang sama, Ketua GKSWM, Ade Sopandi mengapresiasi penuh atas tindakan positif pihak MTs PUI yang bersifat beramal/ibadah tersebut, “Kami apresiasi setinggi-tingginya niat baik sekolah ini. Karena disaat masyarakat resah dalam menghadapi dugaan pungutan atau penjualan kebutuhan belajar siswa di satuan pendidikan dalam pelaksanaa program wajib belajar yang nilainya ratusan ribu bahkan sampai jutaan rupiah, ternyata ada sekolah madrasah seperti PUI Al-Jihad ini, yang berani memberikan perlengkapan sekolah secara gratis pada muridnya,” ujarnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *