oleh

Loekman Instruksikan Camat Agar Mendata Daerah Rawan Banjir

LAMTENG-LAMPUNG, (PERAKNEW).- Akibat tidak memiliki saluran pembuangan air tersier, puluhan hektar sawah yang tengah mengawali masa tanam terendam banjir, di Kampung Sukajawa – Dusun 9 Kroya, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

Pasalnya, kejadian banjir itu, terjadi usai hujan deras mengguyur di wilayah tersebut, hanya selama dua jam, mulai pukul 20.00 hingga pukul 22.00 WIB, pada bulan lalu, tepatnya Hari Minggu (19/01/2020).

Demikian dijelaskan salah seorang warga Dusun 9 Kroya, bernama Muat. Dirinya merasa sedih bila melihat tanaman padinya yang baru saja ditanam terendam banjir, namun disisi lain, Muat merasa senang melihat kepedulian Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto yang berkenan hadir meninjau lokasi banjir di kampungnya itu.

Muat menambahkan, “Atas nama warga, khususnya para petani yang sawahnya terendam banjir, mengucapkan terima kasih juga kepada Bupati Lampung Tengah, Bapak Loekman Djoyosoemarto yang cepat mengirimkan alat berat untuk mengeruk atau melebarkan aliran tersier, sehingga air bisa mengalir dan kedepannya bila ada hujan datang lagi, sawah di sepanjang tersier ini tidak banjir lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto saat meninjau lokasi banjir tersebut, langsung disambut Camat Bumi Ratu Nuban, Slamet Winarto dan Kepala Kampung Suka Jawa, Adi Kurniawan dan ratusan warga setempat.

Setibanya di lokasi, bupati melihat ada penyempitan-penyempitan saluran pembuangan air, oleh karenanya, dirinya menginstruksikan kepada dinas pengairan, untuk segera menerjunkan alat berat (exsvator) untuk memperlebar saluran pembuangan air dan alhamdullilah dengan dibantu warga melalui gotong royong, penyempitan saluran air di kampung itu, bisa teratasi dan sudah di perlebar.

Bupati menjelaskan, “Penanganan yang dilakukan saat ini sebenarnya terlambat, jangan sampai setelah terjadi banjir baru ditangani. Untuk itu, kedepannya saya meminta kepada seluruh camat, agar menginpentarisir daerah atau lokasi yang rawan banjir, agar kita bisa mengantisipasinya sebelum terjadi musibah banjir dimusim penghujan seperti ini,” jelasnya. (Wanda)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya