PERAKNEW.com – Festival Ruwat Bumi Blok Cicadas kembali hadir. Acara ini merupakan pesta seni dan budaya tahunan yang menampilkan karya-karya kreatif masyarakat Blok Cicadas, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat dengan kostum spektakuler dan penampilan Kesenian Tradisional Gembyung serta diiringi 38 Sisingan Tresna Wangi Group, Sabtu pagi (19/7/2025).
Parade dibuka oleh Anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar, Elita Budiati, S.K.M., M.Si. didampingi menantunya, Ega Anjani, yakni istri dari Bupati Subang. Acara dihadiri Camat Subang, Drs. Mochamad Solih Moefraeni, M.Si., Lurah Dangdeur, Irfan Imamul Haqiqi, S.STP., M.M., dan ribuan Masyarakat Kelurahan Dangdeur.
Lurah Dangdeur, Irfan Imamul Haqiqi, S.STP., M.M., menyebut, bahwa Ruwat Bumi bukan tentang ritual, tetapi warisan budaya yang menyatu dalam kehidupan manusia dengan pencipta, alam dan pendahulunya, “Setiap tradisi itu menghubungkan manusia dengan Tuhan, alam, dan leluhurnya. Ruwat Bumi bukan sekedar ritual. Tapi juga simpul budaya dan spiritual yang menyatu dalam kehidupan manusia,” kata Irfan.
Sebagai informasi, setiap fase kehidupan tersebut digambarkan dalam kreasi-kreasi iringan Mobil yang diubah menjadi rumah adat Buhun, kreasi patung kerbau dan keterampilan lainnya yang sangat kreatif rancangan warga Blok Cicadas. Ada kostum kuda lumping, kerajaan, penari, hingga kostum berbagai macam pakaian adat Sunda, “Dengan pertunjukan ini, Blok Cicadas mengambil sikap bahwa budaya tidak untuk ditinggalkan. Tetapi untuk dikuatkan, dan dihidupkan kembali dengan cara yang kreatif,” tambahnya.
Baca Juga : Terima Kunjungan KASAD, Bupati Garut Tekankan Komitmen Pengelolaan Situ Bagendit
Ketua Karang Taruna sekaligus penanggung jawab kegiatan, Asep Suryadi memberikan apresiasi kepada warga masyarakat Blok Cicadas Dangdeur dan seluruh panitia yang telah menggelar acara festival Ruwat Bumi ini, “Blok Cicadas telah konsisten mengangkat budaya lokal, serta selalu kompak dalam kegiatan tahunan yang selalu melibatkan 3 RW. Terima kasih untuk semua pengurus panitia dan seluruh peserta Festival Ruwat Bumi yang telah mempersembahkan karya terbaiknya,” kata Asep. (Apriatna/Saprol)






