Darurat Bencana Longsor Di KBB, Ratusan Jiwa Jadi Korban

BANDUNG3,131 views

PERAKNEW.com – Hujan deras disertai angin yang sangat kencang tak henti-henti melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), belum lama ini, mengakibatkan bencana longsor di sejumlah titik.

Adapun salah satu lokasi yang terparah, yakni di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB, korban jiwa serta puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, pada Sabtu (24/01/2025).

Kepala Desa (Kades) Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis menjelaskan, bahwa bencana longsor terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Material tanah bercampur air deras tiba-tiba meluncur dari arah perbukitan dan menghantam kawasan permukiman warga yang saat itu masih terlelap tidur, “Musibah longsor terjadi sekitar pukul dua dini hari. Material tanah dan air deras mengalir tiba-tiba dari arah bukit dan menghantam sejumlah rumah penduduk yang sedang tertidur,” ujar Nur Awaludin Lubis.

Ia menambahkan, derasnya aliran tanah dan air membuat warga tidak sempat menyelamatkan diri. Hingga saat ini, proses pendataan korban masih terus dilakukan oleh petugas gabungan, “Tiba-tiba saja tanah dan air deras menghantam kawasan pemukiman. Hingga kini belum diketahui secara resmi keseluruhan jumlah korban jiwa,” tambahnya.

Saat ini, Pemerintah Desa Pasirlangu bersama Polsek Cisarua, TNI AD, BPBD, Polhut Perhutani, serta unsur terkait lainnya terus melakukan evakuasi warga dan pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsoran.

Berdasarkan keterangan Kepala BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, bahwa bencana longsor terjadi di RT 05 RW 11, Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, dengan luas terdampak mencapai sekitar 30 hektare, “Sekitar 30 rumah tertimbun longsor. Total warga terdampak sebanyak 113 orang, dengan rincian 23 orang selamat, 82 orang masih dalam pencarian, dan 8 orang dinyatakan meninggal dunia. Proses asesmen masih terus berlangsung hingga saat ini,” ungkap Teten.

Ia juga menjelaskan, bahwa proses evakuasi dan pencarian sempat terhenti akibat faktor cuaca serta akses menuju lokasi yang tertutup material longsoran tanah.

Lebih lanjut, Kepala BPBD Jabar menyampaikan, bahwa hasil musyawarah bersama Pemerintah Daerah KBB, Forkopimda, dan Bupati Bandung Barat, telah menetapkan status Tanggap Darurat, “Status tanggap darurat telah ditetapkan dan disampaikan secara resmi melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya.

Di lokasi bencana, tampak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut meninjau langsung kondisi wilayah terdampak. Dalam keterangannya, Gubernur menyampaikan, bahwa kawasan tersebut diduga mengalami alih fungsi lahan yang memicu terjadinya longsor. Ia menegaskan, bahwa warga di lokasi tersebut harus segera direlokasi demi keselamatan.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan. (Rushendi)