oleh

BPD Nusawangi Gelar MusDesus Penetapan Data KK Calon Penerima BLT DD

TASIKMALAYA, (PERAKNEW).- Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nusawangi menggelar Musyawarah Desa Khusus (MusDesus) validasi, finalisasi dan penetapan data Kepala Keluarga (KK) calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020, bertempat di Aula Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Senin (07/09/2020).

Dalam pelaksanaan MusDesus tersebut, dihadiri oleh Kasi PMD Kec. Cisayong, Tata Rusmana, S.P., Babinsa, Babinkhamtibmas, Kepala Desa (Kades) Nusawangi, Ading beserta Perangkat desanya, para ketuaRW/RT, tokoh masyarakat dan tokoh agama desa setempat.

Kepala Desa Nusawangi, Ading dalam sambutannya memalarkan, bahwa apa saja yang disampaikan oleh para ketua RT, mudah-mudahan pas kepada si penerima manfaat, jangan sampai menurut istilahnya, “Yang ketawa-ketawa, yang nangis ya nangis, karena kita itu bermasyarakat. Mudah-mudahan MusDesus ini ada dalam kelancaran dengan apa yang diharapkan oleh para RT,” paparnya.

Lanjut Ading, “Jangan sampai ada bahasa, bahwa itu-itu saja yang mendapatkan. Mentang-mentang pendukungnya, tidak ada seperti begituh, karena semuanya juga masyarakat saya. Tentang apa yang disampaikan oleh para RT mudah-mudahan tepat sasaran,” harapnya.

Maka dari itu, terang Ading, “Saya selaku Kepala Desa Nusawangi, berbakti dan melayani masyarakat di landasi dengan Lillah, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, menciptakan budi yang berakhkakul karimah, meningkatkan mutu dan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat, mudah-mudah bisa terwujud,” harapnya lagi.

Ading menambahkan, bahwa melayani kepentingan masyarakat yang sebagus-bagusnya, sehingga apa yang menjadi visinya bisa terwujud, bisa terbukti bahwa masyarakat itu adalah raja dan apa yang menjadi keluhan masyarakat di tampung.

Dikatakan Ading menghimbau kepada para RT, para punduh (Kepala wilayah), “Para RT juga harus bisa menyampaikan kepada masyarkat, bahwa uang yang Rp200 ribu per keluarga itu, yang terkumpul Rp38 Juta, bukan pemotongan, tapi pengembalian, bagi 174 keluarga,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengaku pernah berjanji, “Saya dulu janji, empat bulan gaji saya, dalam sosialisasi menyampaikan begini, Insyaalloh warga Desa Nusawangi kebagian bantuan. Bila mana diakhir masyarkat ada yang tidak kebagian dari mana pun, gaji saya di bagi dan akan dibelikan sama beras, di hitung-hitung sekitar 1 ton,” ujarnya.

Masih dikatakan Ading, “Bahkan, Alhamdulillah sampai saat ini yang tidak kebagian itu hanya 8 KK lagi, Alhamdulillah walaupun yang Rp200 Ribu dan yang Rp1.800.000 itu milik yang kuat, tidak ada istilahnya permainan dari desa, serta perlu diketahui oleh para RT,” tuturnya.

Ading juga menerangkan, “Alhamdulillah walaupun bantuan hanya Rp200 ribu bagi keluarga yang belum kebagian BLT itu, perjuangan dari Pemerintah Kecamatan, Kabupaten juga, bahkan dari Desa,” terangnya.

Diakhir MusDesus yang dipimpin oleh Ketua BPD Nusawangi, H Uum Saepul Rohman, M.Pd., tersebut, menghasilkan kesepakatan, bahwa penerima BLT tidak boleh dobel dan apabila dobel akan di suruh memilih, bahwa bantuan yang dari mana yang akan diambil. Fauzi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya