PERAKNEW.com – Bencana banjir rutin setiap tahun terjadi di wilayah Pesisir Laut Utara Subang, tepatnya terjadi di Desa Mayangan, Desa Legonwetan, dan Desa Legokulon, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, belum lama ini.
Hal ini disebabkan, salah satunya karena daratan sudah mulai turun ditambah adanya kombinasi faktor seperti pasang surut laut, serta adanya perubahan iklim, hingga air akan mencari titik yang lebih rendah.
Sudah satu minggu ini, air rob menimpa tiga desa tersebut, bahkan menurut keterangan warga setempat, pada hari Sabtu, 6 Desember 2025, bahwa Air Pasang Laut Desa Mayangan mencapai ketinggian 60 Cm.
Atas bencana banjir tersebut, perekonomian di Desa Mayangan lumpuh total, nelayan tidak bisa melaut, pedagang tidak bisa ke pasar, bahkan Wisata Pondok Bali yang biasanya ramai oleh wisatawan, kini sepi tanpa pengunjung. Pasalnya, akses jalan menuju Wisata Pondok Bali terendam banjir air rob.
Berbeda dengan Desa Legonkulon, dampak dari banjir rob ini, hanya menimpa pada Tambak Ikan dan Persawahan Petani, serta permukiman warga yang terserang banjir rob hanya pada rumah warga yang tinggal di bantaran Kali Cigadung, sedangkan di Desa Legonwetan sama nasibnya seperti di Desa Mayangan.
Baca Juga : FMP Jabar Kembali Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di BPBD Subang Ke Polres Subang
Terkait bantuan dari Pemda Subang, berupa Sembako, menurut Kades Mayangan, Darto mengatakan, bahwa bantuan itu, sudah diterima dan sudah disalurkan kepada masyarakat yang kena dampak dari banjir rob. (Atang S)










