Akhirnya Kadinkes Subang Ditahan Polda Jabar, FMP Sudah Ingatkan Jauh Hari Rekam Jejak Ade Yang Buruk

oleh
Akhirnya Kadinkes Subang Ditahan Polda Jabar, FMP Sudah Ingatkan Jauh Hari Rekam Jejak Ade Yang Buruk

SUBANG, (PERAKNEW).- Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Subang dr. Ade Rusyana ditahan penyidik Direktorat Resrse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar Kamis (11/10). Penahanan tersebut terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan medis dan non medis pada RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut saat yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Pemkab Garut.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi kepada wartawan menjelaskan bahwa kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kadinkes Subang adalah pada pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2013 pada Dinkes Garut. Sumber dananya dari dana hibah Kemenkes sebesar Rp 14 miliar.

Menurut Samudi,  modus operandi dalam proyek pengadaan tersebut adalah pada proses lelang diduga sudah diatur sedemikian rupa dan untuk alat kesehatannya, nilai harga perkiraan sendiri (HPS) – nya pun diduga di-mark up.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan 4 tersangka termasuk Ade Rusyana. Yakni, Heri dari pihak swasta saat ini sudah ditahan di Mapolda Jabar dalam kasus yang lain, Nia selalu Direktur PT Triniti, pemenang lelang yang kini sudah ditahan di Rutan Banceuy serta Kadinkes Garut tahun 2013 dr Iman, namun terhadapnya tidak dilakukan penahanan karena stroke.

Penahanan Kadinkes pun dibenarkan Plt Bupati Subang Ating Rusnatim,”Sudah saya konfirmasi ke Polda Jabar. Ternyata benar (Ade Rusyana) sudah ditahan,” kata Ating kepada wartawan Jumat (12/10/2018).

Begitu pula Kabid P2P Dinkes Subang, dr Maxi membenarkan, pihaknya sudah mendapatkan surat pemberitahuan dari Polda Jabar mengenai kasus yang menjerat Ade Rusyana. Saat itu pula dirinya langsung menghadap Plt Bupati Subang Ating Rusnatim. “Betul, kita kemarin dapat surat pemberitahuan dari Polda Jabar mengenai ditahannya kepala dinas kami,” kata Maxi.

Sebelumnya seperti diketahui bahwa dr. Ade Rusyana merupakan satu- satunya kadis hasil seleksi melalui proses Open Bidding yang berasal dari luar Kabupaten Subang, yakni dari Pemkab Garut. Dimana Ade yang saat itu menjabat sebagai Kabid Yankes Dinkes Garut berhasil menyisihkan 3 kandidat lainnya yang merupakan birokrat asli putra daerah, yakni dr. Ahmad Nasuhi, dr. Dwinan dan DR. Kholis Nur Handayani.

Divisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Forum Masyarakat Peduli pun sempat melakukan investigasi rekam jejak dr. Ade Rusyana ke Pemkab Garut pada 7 November 2017. Hal ini dilakukan karena tim mendapat informasi bahwa trackrecord dr. Ade di Garut tidak baik. Disana tim mendatangi Dinkes, Irda dan BKD Kab. Garut.

Alhasil, tim mendapatkan keterangan yang sesuai dengan informasi yang beredar di kalangan birokrasi pemkab Subang. Dimana dr. Ade disebutkan jarang masuk kantor saat menjabat di salah satu Puskesmas di Garut hingga terlibat dugaan kasus korupsi saat dia menjabat sebagai Kabid Yankes Dinkes Garut.

“Kok Subang mau ya ngambil dia untuk jadi pejabat disana,” ungkap salah seorang pejabat di Dinkes Garut sambil ketawa. “Disini kan kasusnya saja sedang ditangani Polda jabar, kalau gak percaya tanyain ke penyidiknya,” imbuhnya.

Hasil investigasi pun sudah disampaikan ke mantan Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih jauh- jauh hari sebelum ia di OTT KPK, namun ia tak bergeming sedikit pun dan ia tetap mengangkatnya dengan alasan karena dr. Ade merupakan hasil seleksi melalui open bidding yang menurutnya fear, terbuka dan obyektif.

Selain itu, ternyata dr. Ade merupakan kolega dari anak mantan Bupati Subang, yakni dr. Arya yang juga merekomendasi yang bersangkutan untuk turut serta dalam open bidding kadinkes Subang.  Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *