Pekerjaan Rabat Beton Desa Banua Baru Layaknya Proyek Siluman

oleh
POLEWALI MANDAR, (PERAKNEW).- Pekerjaan jalan Rabat beton yang bersumber dari dana desa APBN tahun anggaran 2018 periode pertama yang di kelolah oleh pemerintah Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar terlihat tidak terpasang papan proyek layaknya proyek siluman. Hal ini menimbulkan kecurigaan warga akan transparansi anggaran proyek tersebut. Saat dikonfirmasi, Pejabat Sementara Desa Banua Baru Naslia Wartawan Peraknew mengaku kurang mengetahui soal proyek tersebut sehingga ia langsung menelpon bendahara untuk mengetahui apakah papan informasi yang belum terpasang itu sudah jadi atau belum. " Sudah jadi baru mau dipasang pak, belum sempat kemarin. Kami akan secepatnya pasang itu," kilahnya. Ia pun menambahkan bahwa selama beberapa hari memang sudah dilaksanakan pekerjaan dari hari Kamis (5/7/18) hingga Selasa (10/7/18) tetapi dalam dua hari kemarin ada kematian keluarga jadi pekerjaan ditunda dulu. " Sebenarnya kami mulai laksanakan pekerjaan itu pada hari Kamis tapi ada keluarga yang kematian terpaksa kami hentikan dulu pekerjaan dalam dua hari itu," katanya. Menanggapi hal itu ketua DPC LAKI (laskar Anti korupsi Indonesia) kabupaten Polewali Mandar, mengatakan bahwa setiap pekerjaan yang bersumber baik dari anggaran APBN maupun APBD tingkat satu, APBD tingkat dua diharapkan selalu transparan. "Segala sesuatu kegiatan yang berbentuk apapun namanya harus selalu mengacu kepada transparan, apalagi kalau menyangkut dana desa itu kan APBN sesuai dengan UU no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP) itu harus selalu terbuka," ucap Burhanuddin Mr.(Subri)

POLEWALI MANDAR, (PERAKNEW).- Pekerjaan jalan Rabat beton yang bersumber dari dana desa APBN tahun anggaran 2018 periode pertama yang di kelolah oleh pemerintah Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar terlihat tidak terpasang papan proyek layaknya proyek siluman. Hal ini menimbulkan kecurigaan warga akan transparansi anggaran proyek tersebut.

Saat dikonfirmasi, Pejabat Sementara Desa Banua Baru Naslia Wartawan Peraknew mengaku kurang mengetahui soal proyek tersebut sehingga ia langsung menelpon bendahara untuk mengetahui apakah papan informasi yang belum terpasang itu sudah jadi atau belum.

” Sudah jadi baru mau dipasang pak, belum sempat kemarin. Kami akan secepatnya pasang itu,” kilahnya.

Ia pun menambahkan bahwa selama beberapa hari memang sudah dilaksanakan pekerjaan dari hari Kamis (5/7/18) hingga Selasa (10/7/18)  tetapi dalam dua hari kemarin ada kematian keluarga jadi pekerjaan ditunda dulu.

” Sebenarnya kami mulai laksanakan pekerjaan itu pada hari Kamis tapi ada keluarga yang kematian terpaksa kami hentikan dulu pekerjaan dalam dua hari itu,” katanya.

Menanggapi hal itu ketua DPC LAKI (laskar Anti korupsi Indonesia) kabupaten Polewali Mandar, mengatakan bahwa setiap pekerjaan yang bersumber baik dari anggaran APBN maupun APBD tingkat satu, APBD tingkat dua diharapkan selalu transparan.

“Segala sesuatu kegiatan yang berbentuk apapun namanya harus selalu mengacu kepada transparan, apalagi kalau menyangkut dana desa itu kan APBN sesuai dengan UU no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP) itu harus selalu terbuka,” ucap Burhanuddin Mr. (Subri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *