oleh

Taman Kehati Jadi Pusat Persemaian Pohon di Cimahi

CIMAHI, (PERAKNEW).- Pemerintah Kota Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 21 bakal menjadikan lahan di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di RW 18, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi sebagai salah satu pusat persemaian berbagai jenis pohon.

Persiapan berbagai bibit pohon di lahan seluas 5 hektare itu dilakukan sebagai salah satu upaya menguatkan lahan-lahan kritis. Sebab, bibit pohon siap tanam nantinya akan disebar pada lahan-lahan kritis di Kota Cimahi.

Kepala DLH Kota Cimahi, Mochammad Ronny mengatakan, dari total 5 hektare lahan milik Pemkot Cimahi yang berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, rencananya ada 1-2 hektare yang akan dijadikan tempat untuk persemaian dan pembibitan berbagai jenis pohon, “Ada 1-2 hektare akan dijadikan tempat persemaian dan untuk membesarkan bibit. Tapi luasan itu akan digunakan juga untuk sarana dan prasarana,” kata Ronny, belum lama ini.

Dikatakan Ronny, yang dimaksud sarana dan prasarana adalah salah satunya tempat yang akan dijadikan personel Satgas Citarum Harum Sektor 21 untuk melakukan pengawasan. Sebab, selama proses persemaian akan terus dipantau,
“Akan ada anggota Satgas Citarum Harum yang stan by untuk melakukan pengawasan,” sebutnya.

Ia menjelaskan, kerja sama persemaian dan pembibitan itu baru dimulai tahun ini. Sudah ada beberapa jenis tanaman keras yang disemai di lahan tersebut. Diantaranya pohon mahoni dan pohon kopi. Ke depan rencananya, kata Ronny, pihaknya bersama Satgas Citarum Harum Sektor 21 akan mengembangkan ke tanaman keras yang produktif, “Melihat perkembangan perlu juga tanaman keras yang produktif seperti rambutan mangga dan sejenisnya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, setelah pohon-pohon disemaikan dan siap tanam, maka akan disebar ke lahan-lahan yang sudah kritis. Kemudian, keberadaan pohon-pohon juga bisa berfungsi sebagai tangkapan air tanah dan menangkal banjir supaya tidak ke hilir, “Setelah cukup untuk tanaman baru kita distirbusikan ke lahan-lahan kritis. Kami juga mengajak masyarakat, termasuk komunitas terlibat langsung,” sebutnya. (Harold)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya