Soal Dugaan Potongan Dana PKT, Polisi Periksa Kaurkeu Pemdes Panyingkiran

oleh -78 views

PURWADADI-SUBANG, (PERAKNEW).-
Kepolisian Sektor (Polsek) Purwadadi melakukan pengusutan atas laporan masyarakat, terkait dugaan pemotongan upah pekerja dalam program Padat Karya Tunai (PKT) Desa Panyingkiran, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, belum lama ini.

Seperti diungkapkan salah seorang anggota Penyidik Polsek Purwadadi, “Penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kaur Keuangan Pemdes Panyingkiran, Samsul Arifin dan pada saat dimintai keterangannya, Samsul didampingi Kades Panyingkiran, Heru Kusdiana. Saat ditanya terkait pemotongan upah untuk pekerja dalam program PKT itu, justru Heru yang menjawab dan membenarkan hal itu,” ujar kepada Perak.

Lebih lanjut dia menjelaskan, “Menurut keterangan Heru, uang hasil pemotongan tersebut, mau disumbangkan ke Masjid. Hal itu sudah disepakati oleh para tokoh di Desa Panyingkiran. Saat diminta menunjukkan bukti berita acara kesepakatan dengan para tokoh dimaksud, Heru tidak bisa menunjukkan bukti tertulisnya,” ujarnya.

Untuk menindaklanjuti permasalahan ini penyidik juga memanggil BPD Panyingkiran dan DKM Masjid Al Falah untuk dimintai keterangannya, Sabtu (05/10/2019), “Tetapi BPD maupun DKM kompak tidak datang memenuhi undangan dari Penyidik, tanpa memberikan alasan apapun,” pungkasnya.

Informasi yang diterima Perak, Jum’at (11/10/2019), polisi kembali melayangkan undangan untuk BPD dan Ketua MUI Desa Panyingkiran.
Sementara itu, Ketua Umum LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP), Asep Sumarna Toha sangat menyayangkan perilaku Kades Panyingkiran ini, yang maen potong hak orang, “Walaupun tujuannya baik, yakni untuk menyumbang Masjid, tapi cara yang dilakukan tidak benar,” tuturnya.

Ketua Umum FMP yang akrab disapa Abah Betmen ini menambahkan, “Inikan berkaitan dengan program yang notabene uang negara. Jadi ada mekanisme dan prosedur yang harus ditempuh, bukan maen potong saja. Untuk itu, kami akan turut mengawal dan mensupport Penyidik Polsek Purwadadi,dalam melakukan proses penyelidikan permasalahan ini,” tegasnya. Hamid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *