oleh

PT SHS dan Inkopad MoU Kedaulatan Pangan, Petani Minta Komitmen Pembayaran Plus Harga GKP

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Menindaklanjuti MoU (Memorandum of Understanding) atau kesepakatan antara Menteri BUMN dengan Panglima TNI, dalam rangka Kedaulatan Pangan, pada tahun 2018, Pejabat PT Sang Hyang Seri (SHS) dan Induk Koperasi TNI Angkatan Darat (Inkopad) gelar sosialisasi kepada para petaninya, di Wisma PT SHS Sukamandi-Ciasem, Kabupaten Subang, Kamis, 13 Februari 2020.

Dalam acara itu, Direktur Opersi (DirOp) PT SHS, puluhan petani PT SHS Sukamandi dan Pengurus Inkopad, nampak hadir dalam rapat sosialisasi tersebut, membahas situasi dan kondisi pertanian PT SHS Sukamandi-Subang, ialah area pertanian yang akan dikerjasamakan tersebut.

Pada intinya, usai memimpin rapat sosialisasi itu, DirOp PT SHS, Rahmat Hidayat memaparkan, “Berdasarkan MoU Menteri BUMN dan Panglima TNI pada 2018 untuk kedaulatan pangan, seperti yang sudah diutarakan pemerintah, bahwa ada kedaulatan pangan dan ketahanan pangan ini, sehingga Sang Hyang Seri ini bisa meningkatkan produktifitasnya, terutama dalam permodalan kita akan dibantu oleh Inkopad, akan masuk ke sini, untuk meng-of taker semua dari hasil pertanian dan pengamanannya,” ujarnya saat diwawancarai Perak.

Berkaitan dengan petani lanjut Rahmat, “Selama ini hasil panen petani yang akan dibeli tengkulak, yang tidak ada kepastian dan untuk menambah bahan baku calon benih yang akan kita proses,” tambahnya.

Dalam hal jenis varietas benih yang akan ditanam, ia mengatakan, “Varietas-varietasnya pasti ditentukan, koordinasi dengan kementerian pertanian, varietas apa saja yang kebutuhan di daerah-daerah, itu yang akan kami tanam untuk memenuhi kebutuhan petani,” jelasnya.

Rahmat berharap, “Dalam kerjasama ini, saya berharap kedepan dapat meningkatkan produktifitas dan kualitas mutu, untuk daya tumbuh yang sekarang 80%, kita akan coba tingkatkan menjadi 90%, sehingga kita mempunyai benih premium,” pungkasnya.

Bagian Hukum Inkopad, Mayor Simpayung menambahkan, “Kerjasama ini akan dilakukan, karena ada kesulitan dari PT SHS dalam bidang finansial pembelian gabah petani. Maka, kita coba mendukung itu, agar SHS bisa beli gabah petani dan menyalurkannya ke Kementan,” ungkapnya.

Sementara itu, Aktivis Petani, Santoso Hamzah yang juga turut hadir dalam rapat sosialisasi MoU tersebut mengatakan, “Saya menyambut baik kerja sama antara PT SHS dan Inkopad, asal yang menjadi catatan pentingnya, adalah pertama, adanya kepastian pembayaran GKP (Gabah Kering Petani) pasca panen, dua, ada plase harga terkait harga GKP calon benih, semisal kalau harga GKP konsumsi 1 kg, Rp5000, harga GKP untuk bibit harus lebih dari angka tersebut, minimalnya 5%, agar memenuhi rasa keadilan ekonomi, itu yang harus menjadi dasar kuat kerja samanya, terkait perawatan padi, petani sudah punya cara sendiri,” terangnya kepada Perak. (Hendra/Anen/CJ-Dani)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya