Proyek Jalan Di Desa Lamarantarung Baru Beberapa Hari Dikerjakan Sudah Rusak

Indramayu2,105 views

PERAKNEW.com – Baru beberapa hari selesai dibangun, Jalan Blok Waledan, Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu sudah mulai banyak yang retak. Pasalnya, dalam proses pekerjaan jalan tersebut diduga asal-asalan.

Tidak hanya itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Perak, bahwa pekerjaan proyek jalan inipun seperti Proyek Siluman, karena pada saat pekerjaan proyek jalan ini berlangsung, di lokasi pekerjaan tidak nampak terpampang Papan Informasi pekerjaannya. Padahal, pekerjaan jalan tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) alias anggaran yang bersumber dana dari Uang Rakyat.

Sementara, jika papan proyek pekerjaan jalan tersebut dipasang di lokasi pekerjaan, tentunya tercantum mulai dari informasi jenis pekerjaan, sumber dana, nama CV atau PT yang mengerjakan, nilai anggarannya, hingga waktu kalender pelaksanaannya.

Seperti disampaikan oleh masyarakat setempat, belum lama ini kepada Perak, bahwa pekerjaan cor beton jalan tersebut baru dikerjakan tiga hari sudah banyak keretakan dan pecah, “Saya sebagai masyarakat bersyukur jalannya dibangun, tapi jangan asal jadi begini, kenapa baru hitungan hari sudah banyak mengalami keretakan dan pecah. Katanya sih kerjaan cor beton ini dari Dana Aspirasi Dewan, tapi saya lihat pada waktu dikerjakan tidak ada papan informasinya juga,” ungkapnya, Kamis (16/07/2026).

Menyikapi persoalan ini, menurut Pengurus LSM Forum Masyarakat Peduli Provinsi Jawa Barat (FMP Jabar) Cabang Indramayu, Ganda menegaskan, bahwa proyek cor beton jalan Desa Lamarantarung ini diduga tidak berkualitas, karena baru dibangun sudah banyak keretakan dan pecah di beberapa titik dibadan jalannya, kuat dugaan volume ketebalannya dikurangi, “Volume ketebalan jalannya ada hanya 14 Centimeter, diduga dikurangi volume ketebalannya. Maka dari itu, pekerjaan tersebut cepat retak dan pecah, saya minta Aparat Penegak Hukum turun ke lokasi pekerjaan tersebut, karena diduga sudah merugikan uang negara,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi baik dari oknum pelaksana atau kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Begitupun saat hendak dipintai tanggapannya terkait masalah ini, Kepala Dinas PUPR maupun Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Indramayu sedang tidak ada di kantornya, bahkan ketika dikonfirmasi melalui WhatsApnya tidak ada respon.

Security Dinas PUPR Indramayu mengatakan, “Pak Kabidnya sedang tidak ada di kantor, lagi rapat,” singkatnya, pada, Senin (20/07/2026). (Tarsono)