PERAKNEW.com – Pemadaman listrik yang terus berulang di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kian menuai sorotan. Ketidakstabilan pasokan listrik yang terjadi berulang kali membuat masyarakat semakin resah dan mempertanyakan keseriusan PT PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Keluhan warga tidak hanya datang dari kalangan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil hingga orang tua yang anaknya membutuhkan penerangan untuk belajar. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas sehari-hari serta berdampak pada perekonomian masyarakat.
Persoalan ini turut mendapat perhatian anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dari Fraksi Golkar, Irfan Pahri Putra. Ia mengaku hampir setiap hari menerima pesan dan panggilan telepon dari masyarakat yang mengeluhkan pemadaman listrik sekaligus meminta kepastian kapan pelayanan listrik kembali normal.
Bahkan, sejumlah warga secara langsung menyampaikan kekecewaannya atas pemadaman yang dinilai semakin tidak menentu, “Pak Irfan, listrik mati lagi. Kapan normal? Baru semalaman menyala, pagi ini sudah padam lagi,” demikian salah satu keluhan masyarakat yang diterimanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Irfan mengaku prihatin. Menurutnya, persoalan pemadaman listrik di Polman sudah terlalu lama berlangsung dan tidak boleh terus dibiarkan tanpa kejelasan penyelesaian, “Saya prihatin. Pemadaman listrik di Polman sudah terlalu lama dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat tidak marah tanpa alasan. Mereka hanya ingin mendapatkan pelayanan listrik yang normal dan bisa diandalkan,” ungkap Irfan.
Ia menegaskan, dampak pemadaman listrik tidak bisa dipandang sebagai persoalan sederhana. Rumah tangga harus menghadapi risiko kerusakan bahan makanan, pedagang es dan minuman mengalami potensi kerugian, sementara anak-anak terpaksa belajar dengan penerangan seadanya.
Menurutnya, listrik telah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik hingga keberlangsungan usaha ekonomi kecil.
Irfan juga menyoroti ketimpangan antara kewajiban pelanggan membayar tagihan listrik setiap bulan dengan kualitas pelayanan yang diterima, “Tagihan listrik datang setiap bulan tepat waktu. Tetapi ketika masyarakat membutuhkan pasokan listrik yang stabil, justru kepastiannya tidak ada. Di mana keadilannya? Di mana tanggung jawab pelayanan kepada pelanggan?” tegasnya.
Karena itu, ia mendesak PLN agar tidak hanya meminta masyarakat bersabar dan memahami kondisi yang terjadi. Pihak PLN harus memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pemadaman, menyampaikan informasi yang transparan kepada pelanggan, serta menjelaskan langkah konkret untuk mengatasi gangguan kelistrikan tersebut.
Irfan menilai, kesabaran masyarakat harus dibarengi dengan keseriusan penyedia layanan dalam melakukan pembenahan. Jangan sampai pemadaman listrik justru menjadi persoalan rutin yang terus berulang tanpa kepastian penanganan.
Sebagai wakil rakyat, ia menyatakan siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pihak terkait guna mendorong penyelesaian persoalan kelistrikan di Polewali Mandar, “Saya siap menjadi jembatan antara masyarakat dan pihak terkait. Kita harus mencari jalan keluar bersama. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari persoalan yang tidak kunjung selesai,” ujarnya.
Ia berharap PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jaringan dan sistem distribusi listrik di wilayah Polman, sekaligus menghadirkan solusi nyata agar gangguan pasokan listrik tidak terus berulang. (Sbr)






