oleh

Kunjungan Reforma Agraria Staf Presiden Diduga Jadi Ajang Kampanye

PURWADADI-SUBANG, (PERAK).- Acara bertajuk sosialisasi Perpres Nomor 86/2018, di Lapang Bola Dusun Rawasari, Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, diduga ternoda dengan adanya sarana kampanye Paslon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01.

Acara yang digagas oleh Forum Komunikasi Pejuang Buruh Tani ini dalam rangka menerima kunjungan Tim Percepatan Reforma Agraria Kantor Staf Presiden RI (KSP), Senin (04/02/2019).

Seperti diungkapkan Ketua Karang Taruna Kec. Purwadadi, Abad Badruzaman kepada Perak, di lokasi acara, “Ini aneh, padahal acaranya untuk memperjuangkan hak-hak buruh tani penggarap Ex-HGU RNI PG 2 Subang agar mendapatkan sertifikat hak milik atas tanah yang telah ditempati selama puluhan tahun. Akan tetapi dari mulai masuk ke tempat berlangsungnya acara, suasana kampanye sudah keliatan,” ujarnya usai menyaksikan acara tersebut.

Abad menyayangkan, acara yang bertujuan mulia seperti ini, tetapi dijadikan ajang pemanfaatan untuk menggalang dukungan. Ditambahkannya, seharusnya kalau memang ini sebagai ajang sosialisasi Perpres 86/2018 dan murni membantu para petani, bisa melalui birokrasi. Perpres tersebut, “Kan sudah disahkan dari Bulan September tahun lalu, kenapa baru sekarang disosialisasikan dan bukan melalui Pemcam yang merupakan kepanjangan tangan dari Pemerintah. Kami menekankan kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Purwadadi, untuk mengusut oknum yang memanfaatkan acara ini yang diduga dijadikan ajang kampanye ini. Kaji, teliti, usut, jika memang ada pelanggaran tindak,” tegasnya.

Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilu Divisi Penindakan Kec. Purwadadi, Rohdin Cahyadi mengatakan, “Dari awal kita masuk ke lokasi acara tersebut, memang terindikasi adanya kampanye, banyak umbul-umbul, bendera partai, bahkan peserta yang hadir memakai kaos caleg ataupun paslon Capres dan Cawapres. mulia seperti ini, tetapi dijadikan ajang pemanfaatan untuk menggalang dukungan,” ungkapnya.

Lanjutnya, “Akan tetapi, kami belum berani menyimpulkan, sebab kami harus pleno dan mengkaji dulu. Panwas akan bekerja profesional, jika nanti kajian kami dalam acara tersebut, ada unsur kampanyenya, maka kami akan menindak tegas sesuai amanat Undang-Undang,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut, dari Kantor Staf Presiden, Iwan Nurdin yang juga sebagai Ketua Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Caleg DPR RI Dari PDIP Dapil Jabar 9, Drs. H. Bambang Suryadi, Caleg DPRD Subang dari PDIP Dapil 7, Imas Suangsih, Yaniandri dari perwakilan Serikat Petani Pasundan, Ketua Forum Komunikasi Pejuang Tanah Buruh Tani, Hamid Ruszaenal dan para perwakilan buruh tani dari Kecamatan Purwadadi, Cikaum, Cipunagara,Cibogo. (Hamid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya