Ketum LSM FMP Jabar: “Usut Kasus Keracunan MBG”

BERITA UTAMA110 views

PERAKNEW.com – Lagi-lagi, korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) terjadi. Kali ini menimpa 17 anak-anak siswa/siswi SDN Cimahi 2 dan SDN Mulyasari, Desa Sidamulya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Ke 17 korban tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi susu kemasan paket MBG dengan mengalami mual-mual, pusing hingga muntah, selanjutnya korban dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat demi mendapatkan penanganan cepat, Rabu (30/9/2026).

Menurut informasi dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Subang, bahwa korban keracunan berjumlah 14 orang, insiden ini dipicu oleh susu kemasan yang sudah menggumpal yang dibagikan dalam paket MBG.

Sementara itu, dari keterangan yang berhasil dihiimpun PERAKNEW.com, menyebutkan, bahwa jumlah korban seluruhnya sebanyak 17 orang anak dari 2 sekolah, masing-masing 13 siswa SDN Cimahi 2 dan 4 lagi dari SDN Mulyasari.

Menurut informasi, korban dirawat ditempat yang berbeda. Sebagian dirawat di Puskesmas Cipunagara dan sebagian lagi dirawat oleh bidan dan mantri di Puskemas Pembantu (Pustu) Desa Sidamulya, Kecamatan Cipunagara.

Saat dikonfirmasi PERAKNEW.com, Mantri Pustu Sidamulya, Egim menyangkal, bahwa tidak ada korban keracunan yang dirawat ditempatnya bertugas, “Kemarin itu Sempat ada petugasnya (petugas SPPG) yang datang kesini yang rambutnya agak panjang (laki-laki). Saya bertanya gimana kronologisnya dan saya menyarankan untuk dibawa ke Puskesmas saja, saya koordinasi dengan bu bidan untuk dirujuk ke Puskesmas,” tutur Egim.

Selanjutnya kata Egim, sesuai data yang diperolah dari grup, jumlah korban semuanya berjumlah 17 orang, 13 dari SDN Cimahi 2 dan 4 orang dari SDN Mulyasari.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jawa Barat (Jabar), Abah Betmen beserta jajaran FMP, Kamis (1/10/2026) sekira pukul 15.00 sempat menengok salah satu korban yang masih dirawat di Puskesmas Pusakanagara. Pada saat itu, korban dirawat di ruang IGD.

Kepada FMP dan PERAKNEW.com, perawat di Puskesmas yang bertugas saat itu mengatakan, bahwa korban mengalami sakit perut mual-mual dan muntah.

Melihat kejadian serupa yang terus berulang, Ketum LSM FMP, Abah Betmen mengatakan dengan tegas, bahwa terjadinya kasus ini harus ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini pihak kepolisian, “Peristiwa keracunan yang diakibatkan oleh MBG ini bukan sekali dua kali terjadi. Tapi sudah sangat sering dan terjadi dimana-mana hampir di seluruh Indonesia. Sebelum ada program MBG, hampir tidak pernah ada kasus anak sekolah yang keracunan karena makanan di sekolah. Tapi dengan adanya program MBG ini, malah ribuan anak-anak sekolah menjadi korban. Sebaiknya hentikan program MBG ini, karena program ini ternyata banyak mudhoratnya, selain membahayakan masa depan anak-anak penerus bangsa, juga membuka peluang korupsi bagi oknum pejabat rakus. Prabowo harus hentikan program ini !!,” tegas Abah Betmen.

Masih di Puskesmas Pusakanagara, di jam dan ruang yang sama, Tubagus Wira, yang mengaku selaku pengurus SPPG Sidamulya sebagai menyuplai MBG tersebut. yang juga saat itu sedang menengok korban, kepada FMP Jabar dan PERAKNEW.com menuturkan sekilas peristiwa dugaan keracunan yang dialami siswa SDN Cimahi 2 dan SDN Mulyasari.

Menurut Wira, bahwa peristiwa tersebut dipicu setelah siswa mengkonsumsi susu kemasan paket MBG dari Garuda Food. Dimana kondisi cairan susu tersebut kondisinya telah menggumpal.

Lebih lanjut Wira menjelaskan, susu kemasan tersebut yang masih tersedia akhirnya di amankan oleh Polres Subang dan atas kejadian tersebut, pihaknya bertanggungjawab dengan menanggung semua biaya perawatan korban. (Tim)