oleh

Disdikbud Lampura Diduga Mark’up Dana Langganan Koran

LAMPURA-LAMPUNG, (PERAKNEW).- Diduga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Utara (Lampura) Mark’up dana koran, Rabu (3/7/19).

Pasalnya, mar’up uang pemerintah tersebut dilakukan dengan modus penggelembungan laporan nilai anggaran pembayaran langganan koran ke sejumlah media jurnalistik/wartawan di Lampura.

Hal ini diketahui, dari nominal yang tertulis pada Bukti Kas Pengeluaran (BKP) untuk pembayaran langganan koran Rp600 Ribu, namun pada kenyataannya para awak media hanya menerima Rp250 Ribu.

Menurut salah seorang wartawan berinisial (N) mengatakan, bahwa kejadian seperti itu sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, “Jangan kaget, memang begini adanya, pada tahun-tahun sebelumnya bro, kita media mingguan yang berlangganan di dinas pendidikan ini, dibayar sebulannya dengan nilai Rp50 Ribu,namun di BKP itu tertulis Rp100 Riu per-bulannya,” terangnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, Kasubbag Keuangan dan Perlengkapan Disdikbud Lampura, Raden Ali Muhajir mengatakan, akan mengkroscek kembali permasalahan nominal BKP tersebut, “Yang ngetik kan manusia, bisa saja terjadi kesalahan, nanti kita cek, kita lihat dalam pengetikan itu, aturan ditulis Rp250 Ribu, namun tertulis Rp600 Ribu. Makanya nanti kita cek,” kilahnya.

Raden Ali menambahkan, seharusnya di komplin pada saat kejadian, “Ya, itu harusnya komplainnya saat itu dong, gak bisa katanya, waktu itu, katanya waktu itu, kita harus fair juga bang, artinya mana yang terjadi kesalahan administrasi akan kita ubah,” pungkasnya.

Dengan kejadian itu, para awak media mendesak pihak terkait, untuk mengaudit anggaran tersebut, khususnya anggaran koran pada tahun 2017 dan 2018. Hal ini bertujuan agar anggaran dana dimaksud, tidak disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu. (Tajuddin/Rid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya