Diduga Proyek Rabat Beton Jalan Di Kec. Peundeuy Garut Sarat Penyimpangan

PERAKNEW.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Garut menggelontorkan anggaran puluhan Miliar untuk Pemeliharaan, Berbaikan dan Rekontruksi Pembangunan Jalan Kabupaten di 42 Kecamatan.

Langkah Pemkab Garut tersebut, tentu saja di sambut positif oleh masyarakat Garut, karena dapat meningkatkan aksesibilitas, melancarkan mobilitas, mengurangi biaya transportasi, memperlancar distribusi hasil pertanian dan barang dagangan, serta memicu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Jalan yang baik juga mengurangi kendala saat hujan, seperti genangan air dan kerusakan kendaraan, yang sebelumnya sering dialami warga.

Namun Pembangunan Jalan Rabat Beton di ruas jalan Banjarwangi, Singajaya dan Peundeuy disorot warga saat melintas.

Pasalnya, Pembangunan Jalan Kabupaten dengan Rabat Beton terpantau secara kasat mata dilakukan secara manual, sehingga sejumlah pihak justru mengungkapkan kekecewaannya , mempertanyakan kualitas pembangunan Rabat beton secara manual yang terkesan asal jadi, serta diduga tidak sesuai sepesifikasi itu.

Menyikapi hal itu, Ucu Tutun Bahtiar salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Peundeuy yang juga Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat Kecamatan Peundeuy, saat dimintai tanggapannya mengungkapkan rasa kekecewaannya, “Ini ruas jalan Singajaya-Pendeuy itu ruas jalan Kabupaten, masa pembangunan seperti membangun Jalan Gang atau jalan lingkungan, patut diduga kegiatan pembangunan tidak sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK). Anehnya lagi, proyek PUPR ini dikerjakan secara manual, pakai kaki dalam mengaduk campuran material, akibatnya standarisasi Mutu Beton sangat diragukan. Kami ragukan standart Mutu K 200 , Standar mutu beton K 200 adalah kekuatan tekan beton sebesar 200 kg/cm² (atau sekitar 20 MPa), atau mungkin mutu beton K175 saja mungkin tidak terpenuhi,” ungkapnya, pada Kamis (11/09/2025).

Baca Juga : Kelompok Tani Desa Tanjungrasa Kerjakan Proyek TPT Siluman Dari Kementerian Pertanian

Lanjutnya, “Kami juga tidak tahu ini dikerjakan secara swakelola atau di pihak ketigakan, karena di lapangan tidak nampak papan informasi, selain itu sebagian pekerja juga dalam melakukan aktifitasnya tidak mengunakan Alat Pelindung diri (APD), patut diduga mengabaikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja),” jelas Ucu Tutun Bahtiar.

Selaku masyarakat Kecamatan Peundeuy, lanjut Ucu Tutun Bahtiar menginginkan setiap pembangunan di wilayah Kecamatan Peundeuy dilakukan secara profesional, proporsonal, pembangunan yang berkualitas, serta pemerataan pembangunan, jangan sampai Pemkab Garut atau pemerintah menggelontorkan anggaran yang besar, namun kualitas pembangunan hanya seumur jagung.

Sementara, Fery Irawan, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) DPUPR Kecamatan Peundeuy saat dikonfirmasi menjelaskan, “Untuk informasi secara detail pasti sangat terbatas, karena kewenangan UPT hanya sebatas Monitoring sebagai pemangku wilayah, tidak sampai masuk ke ranah teknis, karena fungsi tersebut ada di Pengawas dan PPTK, kalau untuk gambaran secara umum, saya bisa jelaskan, tapi kalau ranah teknis bisa langsung konfirmasi ke Pengawas dan PPTK, ujar Fery.

Diterangkan Fery, adapun Proyek Pembangunan Rabat Beton ini dikerjakan oleh pihak ketiga, dengan anggaran kurang dari Rp200 Juta, Paket PL (Penunjukan Langsung), papan informasi dan rambu rambu keselamatan ada, untuk volume panjang sekitar 153 Meter (M), Lebar 4 M dan Tebal 0,20 M, dengan mutu beton Fc’20Mpa dan kegiatan dilaksanakan secara manual dengan bantuan Alat Penggilin/Molen, tidak mengunakan Readymix pabrikasi, dikarenakan Nilai Paketnya dibawah Rp200 Juta/Paket PL, kalau menggunakan Readymix tidak akan tercapai panjang jalan sebagaimana Perencanaan karena harga readymix dipasaran lumayan cukup tinggi.

“Para pekerja sebagian memakai APD, sebagian tidak memakai, nanti dikordinasikan dengan pengawas lapangan, anggaran untuk rabat beton tersebut sekitar Rp193 Juta dengan waktu pekerjaan 45 hari kalender, nanti saya cros cek dulu,” papar Fery.

Secara terpisah, Rizwanullah, Pengawas Lapangan dan Ariel, PPTK PUPR saat di konfirmasi Via aplikasi Perpesanan tidak merespon.

Baca Juga : Diduga Pekerjaan Rigit Jalan DD Legonwetan TA 2025 Sarat Penyimpangan

Agus Ismail, Kepala Dinas PUPR saat di konfirmasi Via Aplikasi Perpesanan membenarkan, ada kegiatan Rabat beton di ruas jalan Banjarwangi, Singajaya dan Peundeuy kurang lebih sepanjang 400 Meter. Lebih detail terkait pekerjaan rabat beton secara manual di ruas jalan kabupaten tersebut, Agus ismail menjawab singkat, “Nanti disampaikan ke PPTK-nya,” ujarnya. (Herna)