Warga Gakin Butuh Rumah Singgah di Bandung Sebulan Tinggal Dikontrakan, Cartem Butuh Uluran Tangan

oleh
Warga Gakin Butuh Rumah Singgah di Bandung Sebulan Tinggal Dikontrakan, Cartem Butuh Uluran Tangan
Warga Gakin Butuh Rumah Singgah di Bandung Sebulan Tinggal Dikontrakan, Cartem Butuh Uluran Tangan

Warga Gakin Butuh Rumah Singgah di Bandung Sebulan Tinggal Dikontrakan, Cartem Butuh Uluran Tangan
BLANAKAN-SUBANG, (PERAKNEW).- Sudah satu bulan lebih Cartem penderita kanker ganas karsinoma mammae yang hidupnya sebatangkara, asal Dusun Sukajaya Lama Rt12/Rw08 Desa Langensari, Kec. Blanakan, Kab. Subang- Jawa Barat terpaksa harus tinggal dikontrakan dekat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mengikuti proses pengobatan rawat jalan di RSHS Bandung, bukan dirumah singgah seperti pasien luar daerah yang pada umumnya pemerintah kab/kota tempat tinggal mereka telah memiliki rumah singgah masing-masing didekat RSHS Bandung.

 

Cartem yang selama ini di dampingi Tim Evakuasi Pasen Gakin Forum Masyarakat Peduli (TEPG-FMP) kondisinya kini  masih tetap semangat untuk mengikuti tahap demi tahap proses pengobatan kanker yang dideritanya, bahkan Cartem telah menjalani proses kemoteraphy beberapa kali.

 

Namun dibalik semua itu yang membuat Cartem bersedih adalah sudah satu bulan lebih ia berada di Bandung, namun tidak ada satupun tetangga Cartem, warga termasuk Kepala Desa Langensari Olib Arasid yang datang mau  menengok atau membesuk Cartem.

 

Padahal cartem saat ini sangat membutuhkan dukungan dan semangat dari semua pihak demi untuk memperjuangkan nyawanya dari kanker ganas yang menggerogotinya.

 

Seharusnya pemerintah Desa Langensari, tempat dimana Cartem tinggal memperhatikan dan peduli kepada Cartem yang sudah jelas selain seorang janda yang sangat miskin, Cartem tidak memiliki anak maupun sodara kandung alias hidup sebatang kara dan hal itu seharusnya menjadi perhatian serius kades demi  memperjuangkan masyarakatnya yang betul-betul tidak mampu.

 

Harapan Cartem dengan kondisi dirinya orang yang tidak mampu, memohon ada kepedulian serta perhatian dari pemerintah Kabupaten Subang khususnya Plt. Bupati Hj. Imas Aryumningsih, karena ia masih sangat membutuhkan bantuan dana untuk biaya hidup, rumah singgah dan lain-lainnya selama melakukan pengobatan rawat jalan di RS.

 

Selain Cartem, Tim Evakuasi Pasien Gakin (TEPG) saat ini sedang mendampingi 3 pasien lainnya untuk berobat ke RSHS Bandung. Di tengah kesibukan tim untuk pembenahan Subang kearah yang lebih baik, pendampingan untuk pasien adalah hal yang utama.

Tiga Pasien Lainnya pun Kini Sedang Proses Rawat Jalan

Taswa (37) penderita infeksi ginjal adalah seorang pasien rawat jalan rujukan dari RSUD Ciereng Subang yang sudah berobat jalan sebanyak 13 kali ke RSHS Bandung. Meski sudah ditangani 9 dokter ahli bagian di radiologi maupun Laboratorium dalam, sampai saat ini ia belum bisa di operasi karena harus diperiksa laboratorium beberapakali. Sungguh perjalanan yang cukup melelahkan dan harus penuh kesabaran.

 

Akan tetapi Taswa yang beralamat di Kampung Sumber jaya Rt 16 Rw 005 Desa Wanasari Kecamatan Cipunagara ini bisa bernafas lega karena penanganan operasi bor di ginjal bagian kanannya pada bulan Nopember 2016 lalu adalah untuk  pengobatan kemo melalui selang pada ginjal untuk menetralisir dan memperbaiki fungsi ginjalnya.

 

Taswa juga telah ditangani para dokter di ruang nuklir yang mana pengobatan atau penanganan nuklir ini fungsinya untuk membunuh bakteri-bakteri yang terdapat pada ginjal pasien. Taswa harus mengalami penanganan di ruang nuklir karena terdapat jenis kuman yaitu dari hasil Lab Darah dan Urine keterangan Klinis : NON VISUAL GINJAL DX Mikro Biologi , biakan Mikro- jenis Sample : Urine ditemukan 1 Escherichia coli Hitung kuman 10.000/ml urine. Sampai saat berita ini ditulis Taswa masih terus menjalani penanganan yang intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin.

 

Rasmi Binti Rakim yang beralamat di Kampung Wanasari Rt 007 Rw 002 Desa Wanajaya Kecamatan Tambakdahan ini memberanikan diri untuk dirawat di Rumah sakit Hasan Sadikin dengan berbekal BPJS Pemerintah atau yang lebih di kenal KIS (Kartu Indonesia Sehat), Rasmi dan keluarga merasa terbantu meringankan beban keluarga dengan dibantunya oleh Tim Evakuasi FMP baik selama berjalanya pemeriksaan maupun transportasi ambulance dari FMP.

 

Pada minggu ini juga tim menangani pasien anak luka bakar yang sudah pernah ditangani pada tahun 2012 silam , Siti Arofatul Makiah (8) yang akrab disapa ade beralamat Kp Kamarung Utara Desa Kamarung, Kec Pagaden ini sudah menjalani pengobatan selama kurang lebih 5 tahun.

 

Pengobatan yang sedang dijalani saat ini adalah memperbaiki luka bakar yang kurang baik dengan operasi pada bagian tangan kanan  yang menempel dengan tubuh bagian bawah ketiak, tentunya ini melalui pemeriksaan yang sangat intensif sebelum dioperasi. Pepen/Bebeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *