Tak Pernah Libatkan LPM, Sejumlah Pekerjaan Infrastruktur Desa Neglasari Diduga Dikorup

oleh

Tak Pernah Libatkan LPM, Sejumlah Pekerjaan Infrastruktur Desa Neglasari Diduga Dikorup
PAGADEN-SUBANG, (PERAKNEW).- Desa Neglasari adalah desa binaan di Kec Pagaden dengan Kadesnya yang bernama Endang. Karirnya diawali sebagai  PNS di Kecamatan Pagaden dari mulai akhir 2016 ini Endang tidak pernah lagi melibatkan pihak terkait seperti LPM desa saat anggaran pemerintah turun. Padahal dalam struktur tertera jabatan Ketua LPM dengan masa bakti sampai 2018,

 

Tidak dilibatkannya aparat desa seperti LPM dan BPD bisa berdampak buruk terhadap masyarakat desa karena bisa dipastikan dana peruntukkan tidak jelas arah tujuannya.

 

Penanggung Jawab Operasional Kerja (PJOK) diserahkan penuh kepada sekdes Sugandi. Bersama perangkat desa, bahkan Sugandi mengerjakan langsung TPT  yang berlokasi di Pangkalan Satiman dan Bakan Bandung, sumber dari dana desa akhir 2016.

 

Berdsarkan informasi yang berhasoil dihimpun Perak di lapangan diduga adanya permintaan jatah pertitik sebesar Rp27 juta oleh oknum Pemdes Neglasari pada pihak pelaksana dari total Rp170 juta pertitik menurut salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

 

Sugandi saat dikonfirmasi  Perak membantah adanya permintaan jatah senilai Rp27 juta per titik. “Kalo saya meminta jatah pertitik sebesar dua puluh tujuh juta pertitik cepet kaya,” bantahnya.

 

Sementara itu bantuan Provinsi sejumlah Rp150 juta  yang turun beberapa pekan yang lalu  dialokasikan di jalan arah Bakan Bandung sebelum pintu kereta api. Jalan tersebut terkesan dibuat asal jadi, hanya untuk pengerasan tanpa aspal sedikitpun.

 

Saat Perak kroscek ke lokasi terlihat material pengerasan dengan batu curi dan ditututp matras sepanjang kurang lebih 300 M dengan lebar 2,5 M dan sudah mulai terlihat amburadul, padahal belum ada satu bulan.

 

Kades Endang  saat dikonfirmasi yang kebetulan saat itu berada di kediaman istri mudanya membenarkan dana bantuan provinsi hanya dialokasikan untuk pengerasan tanpa adanya leaningan apalagi pengaspalan. Endang juga menjelaskan semua anggaran sudah diterapkan dan semua pengerjaaan sudah diserahkan pada Sugandi,

 

“Jadi kalo ada hal yang menyangkut tentang penerapan anggaran tanya langsung sekdes Sugandi,” tegas Endang. (Bersambung) Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *