oleh

Soal Kekeringan Sawah, Kades Jati Respon Cepat Keluhan Petani

PERAKNEW.com – Menanggapi keluhan masyarakat petani melalui pemberitaan Perak sebelumnya, terkait kekeringan yang terjadi di area persawahan Blok Pintu 15 Dusun Susukan Hilir, Desa Jati, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Pemerintahan desa (Pemdes) Jati yang dikomandoi langsung oleh kepala desanya, Neni Nuryamah bekerjasama dengan Mantri Pengairan setempat, Idam melakukan upaya gontoran atau melancarkan aliran air pada saluran irigasi, agar dapat mengairi area persawahan di Blok Pintu tersebut.

Kegiatan yang bertujuan untuk meminimalisir atas musibah kekeringan yang menimpa area persawahan milik para petani yang berlokasi di Blok Pintu 15 Susukan Hilir itu dilakukan pada Hari Senin, 29 Mei 2023.

Atas respon cepat Pemdes Jati dan Mantri Pengairan, Idam beserta ulu-ulu area persawahan Dusun Susukan Hilir tersebut, akhirnya air sampai juga ke wilayah Persawahan Desa Jati.

Soal Kekeringan Sawah, Kades Jati Respon Cepat Keluhan Petani1

Kepala Desa (Kades) Jati, Neni menuturkan, bahwa dia beserta Babinmas dan Babinsa serta jajarannya mengawal langsung gontoran air dari hulu menuju ke wilayah Desa Jati terutama Blok Pintu 15, yang kebetulan merupakan area persawahan paling ujung di wilayah Desa Jati, “Pas selesai pawai Alegoris HUT Subang kita langsung menuju di Pintu 10 dan stan by di situ dari jam 12.00 WIB,” tutur Neni.

Neni menjelaskan, hal tersebut dilakukan guna mencegah pembajakan air oleh para petani yang ada di hulu, karena memang Senin malam itu merupakan jadwal untuk wilayah Desa Jati, “Kalau tidak dikawal, air tidak akan mungkin sampai ke hilir, karena dari pintu-pintu yang dilewati rawan pembajakan air,” terang Neni.

Baca Juga : Semarak Puncak HUT ke-75 Kab. Subang, Ribuan Masyarakat Padati Alun-Alun Subang

Neni pun berharap, agar pengairan wilayah Desa Jati meskipun hanya dijatah dua kubik dalam satu minggu sekali, tapi hal itu rutin setiap minggunya, mengingat persawahan di Desa Jati yang merupakan persawahan tadah hujan, artinya kalau tidak ada hujan potensi gagal panen sangat besar, “Jadi berharap untuk dinas pengairan agar mengupayakan semaksimal mungkin untuk memperhatikan kebutuhan air persawahan Desa Jati, ya meskipun hanya seminggu sekali, tapi setidaknya persawahan di Wilayah Desa Jati bisa mendapatkan pasokan air,” pungkas Neni. (Wahyu)

 

Berita Lainnya