oleh

Soal Bansos PKH, Bulog Subang Akui Distribusikan Beras Kualitas Buruk

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).-
Di era pandemi Covid-19 ini, pemerintah terus-menerus menggelontorkan bantuan baik tunai ataupun sembako bagi rakyatnya yang terdampak virus ini. Kali ini, Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Dinas Sosial (Dinsos) Subang bekerja sama dengan Bulog Sub Divre Subang mendistribusikan Beras Berlabel Bulog ke para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) secara dirapelkan pembagian untuk tiga bulan sekaligus dengan netto 15 Kg dikali tiga.

Namun berkaitan dengan hal itu, telah ditemukan adanya beras yang dikirim Bulog tersebut, diduga berkualitas buruk dan tidak layak konsumsi manusia, tepatnya di Wilayah Subang Utara, terutama di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Bulan Oktober 2020 ini.

Faktanya, Pihak Bulog Sub Divre Bulog Subang, melalui Kepala Gudang Dolog Rancaudik, Kec. Tambakdahan, Joko sebagai pelaksana teknis pengadaan beras tersebut mengatakan, “Pantas jelek juga, karena beras yang kami salurkan ini, beras Medium bukan beras Premium pak dan beras ini produksi pengadaan Beras beberapa tahun lalu, tapi tetap untuk pengolahan berasnya terus kami jalani sesuai kebutuhan. Saya hanya pelaksana teknis saja di gudang, perintah dari atasan harus menyalurkan Beras Medium untuk program PKH ini, ya dilaksanakan,” jelasnya saat dikonfirmasi Perak di kantornya.

Lanjut Joko, “Pengadaan Beras PKH ini, gudang kami kirim Beras Medium ke Kec. Ciasem, Patokbeusi dan Legonkulon, yang kirimannya banyak, Gudang Dolog Binong,” ujarnya.

Seperti telah diberitakan Perak diedisi sebelumnya, hasil investigasi Karang Taruna Desa Sukamandijaya, telah mendapati ratusan ton beras Bulog untuk KPM PKH tersebut, di desanya yang berkualitas buruk dan atau tidak layak konsumsi manusia, pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Demikian diungkapkan Ketua Karang Taruna Desa Sukamandijaya, Hendra Sunjaya di Saung Inspirasi Karang Taruna Desa Sukamandijaya kepada Perak, “Benar, bahwa anggota saya telah menemukan Beras Bansos dampak Corona untuk KPM PKH kualitasnya buruk, berwarna kuning, bau tak sedap dan bercampur menir, di desa kami,” ungkapnya.

Lanjutnya, “Sungguh tega pemerintah ini kepada rakyatnya sendiri, dikiranya rakyat miskin bukan manusia. Faktanya, beras ini didistribusikan oleh Bulog Subang bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Subang melalui para pendamping PKH bekerjasama dengan para aparatur desa setempat ini,” paparnya.

Menurut Enjoy, bahwa beras yang didistribusikan ini, adalah beras tahun 2017-2018 silam, karena pada tahun tersebut, Bulog sudah menyetop pengadaan beras atau belanja beras dari para bandar beras, pasca Program Rastra ditiadakan dan diganti dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sehingga pemerintah sudah tidak mewajibkan Bulog Suplay beras Bansos lagi ke para KPM.

Menyikapi masalah tersebut, tegas Enjoy, jika benar pihak Bulog Sub Divre Subang dengan sengaja menyalurkan Beras Medium yang tidak layak konsumsi ini, sebagai edukasi hukumnya, diduga Bulog tidak mentaati Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyaluran Belanja Bantuan Sosial di Lingkungan Kementerian Sosial, Permensos RI Nomor 1 tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan (PKH) dan UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. (Anen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya