SMAN 1 Ciasem dan SMK Sukamandi Masih Pungut SPP

oleh
SMA 1 N Ciasem dan SMK Sukamandi Masih Pungut SPP

SMA 1 N Ciasem dan SMK Sukamandi Masih Pungut SPP

SMAN 1 Ciasem dan SMK Sukamandi Masih Pungut SPP

CIASEM-SUBANG, (PERAKNEW).- Tanpa terkecuali, baik itu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri ataupun Swasta dilarang memungut dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) kepada seluruh siswa/inya. Hal itu disampaikan oleh Bupati Subang, Hj. Imas Aryumningsih, S.E. “Masalah pendidikan, baik negeri ataupun swasta, semua gratis tanpa ada pungutan SPP, karena ada Biaya Operasional Sekolah (BOS),” tandasnya singkat, saat dipintai keterangan oleh Perak usai menghadiri acara seni budaya sunda di Desa Karanghegar, Kec. Pabuaran-Subang, Jum’at (7/7/2017).

Sementara itu, masih saja ditemukan sekolah-sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Subang yang memungut iuran SPP kepada seluruh muridnya. Berdasarkan hasil investigasi Perak, bahwa di SMAN 1 Ciasem dan SMK Sukamandi (Swasta) masih memungut biaya SPP sejak bertahun-tahun lalu hingga saat ini tetap dilakukan.

Kepala Sekolah SMAN 1 Ciasem, Ujang mengakui, bahwa pihaknya masih memungut SPP karena kebutuhan belajar mengajar mahal dan terus mengalami kenaikan, “kami masih pungut biaya SPP sebesar Rp 80 ribu per bulan per siswa/i, karena biaya belajar mengajar semakin naik dan tahun ajaran baru ini, nilai SPP tidak mungkin turun, tapi kalau naik bisa jadi,” akunya, Rabu (12/7/2017) dirung kerjanya.

Diwaktu bersamaan, hal serupa diungkapkan pula oleh Kepala SMK Sukamandi (Swasta), Yadi saat dikonfirmasi Perak di ruang kerjanya, “BOS tidak cukup, karena hanya terealisasi Rp1,7 juta per siswa/i per tahun, sementara biaya per siswa mencapai Rp4.868.000,- per tahun. Untuk biaya keseluruhan per tahun mencapai Rp 2 milyar lebih dan pemerintah hanya mampu Rp 1 milyar lebih, coba mau tidak pemerintah mensubsidi sesuai kebutuhan kami itu.” Ujarnya menantang kemampuan anggaran pemerintah dalam hal pembiayaan program pendidikan.

(Hendra/ Rohman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *