Sejumlah Menteri Kunjungi Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai

Sejumlah Menteri Kunjungi Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai

BADUNG-BALI, (PERAK),– Sejumlah menteri kabinet kerja mengadakan rapat pembahasan persiapan penyelenggaraan Annual Meetings International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) 2018, sesuai dengan rencana yaitu pada tanggal 8-14 Oktober 2018 di Bali. Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Basement Aula A Gedung Keuangan Negara, Denpasar. Jumat, (22/12) pagi kemarin.
Setelah acara pembahasan persiapan Annual Meetings International Monetary Fund–World Bank Group (IMF-WBG) 2018. Sejumlah menteri kabinet kerja diantaranya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo serta di dampingi oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Kapolda Bali Irjen Petrus R Golose kunjungi Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai. Jumat, (22/12) siang.
Proyek Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai terus dipacu agar cepat selesai, proyek yang mulai di garap sesuai Surat Perintah Kerja (SPK) pada 26 September 2017, dengan nilai Rp168,3 miliar ditargetkan selesai lebih cepat yakni Agustus 2018 dari target semula September 2018. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII terus-menerus mengupayakan percepatan penyelesaian pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai.
Dalam kunjugannya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, Saya sempatkan mengajak Gubernur BI, Menko Kemaritiman dan Menkeu agar dapat melihat progres Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang dibiayai dari pajak dan harus dipertanggungjawabkan hasilnya. Underpass ini dibangun dalam rangka mengatasi kemacetan dan mendukung penyelenggaraan pertemuan IMF-World Bank 2018.
Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditanya oleh awak media mengatakan, Underpass juga sangat diperlukan untuk menerima tamu annual meeting IMF-World Bank pada Oktober 2018. Sekitar 15 ribu orang akan datang sehingga perlu kelancaran bergerak. “Saya juga memberikan apresiasinya atas kemajuan progres proyek yang nantinya akan sangat membantu kelancaran lalu lintas sehingga turis akan semakin nyaman berkunjung ke Bali,” ujar Sri Mulyani.
Terkait hasil progres yang sudah tercapai per 20 Desember 2017, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mengwitani-Bts. Kota Denpasar-Tugu Ngurah Rai-Nusa Dua-Denpasar-Tuban, I Nyoman Yasmara menerangkan, bahwa progres pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai sudah mencapai 17,4% dari rencana 16,6% per 20 Desember 2017. “Underpass akan memiliki panjang 712 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 5,2 meter,” Terangnya.
“Saat ini pekerjaan yang sedang berlangsung diantaranya, pekerjaan secant pile 800, telah dilakukan sebanyak 157 titik dari 456 titik pada zona I, pekerjaan boring pile 800 yang telah dilaksanakan sebanyak 90 titik dari 135 titik pada zone 1, pengadaan tiang pancang CSP 500, pemasangan box culvert, dan relokasi pipa PDAM,” jelas Yasmara.
Didampingi itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga megungkapkan, Bali saat ini mulai mendekati defisit air, paling utama yang harus dilakukan untuk Bali saat ini adalah mempersiapkan ketersediaan air bersih. Maka dari itu, tugas masyarakat Bali mulai sekarang secara bersama-sama untuk menjaga ketersediaan air dengan cara tidak buang sampah ke sungai lagi dan bahkan ikut menjaga kebersihan Bali.
“Jadi yang tergolong paling penting untuk Bali saat ini adalah air bersih. Kalau jalan saya kira 97 persen sudah mantap artinya sudah dibilang bagus. Tapi Bali akan mengalami defisit air, untuk itu kita akan membangun waduk-waduk baru yang bisa menyiapkan air baku untuk Bali. berdasarkan data, ada satu sumber mata air yang dipakai bareng-bareng oleh Kabupaten Badung dan Kota denpasar,” ungkapnya. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here