RTH Sukasada Tahap II Bertema Bung Karno dan Empat Pilar Kebangsaan Indonesia

BULELENG-BALI, (PERAKNEW).- Pelaksanaan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng akan mulai dilanjutkan untuk tahap ke-2.

 

Awal rencana, RTH yang menggunakan lahan Balai Benih Utama (BBU) milik Pemprov Bali. Sebelumnya harus menyelesaikan penyusunan Detail Engineering Design (DED).

 

Sesuai hasil lelang tender yang sudah diselenggarakan unit layanan pengadaan (ULP), Pemerintah Kabupaten Buleleng bahkan sudah menetapkan PT. Mitra Tri Sakti sebagai konsultan untuk menyusun Detail Engineering Design (DED). Sebagai langkah awal, pihak konsultan melakukan presentasi dihadapan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan OPD terkait di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng. Jumat, (27/5).

 

Dalam presentasi, I Wayan Winarta dari PT. Mitra Tri Sakti menjelaskan, bahwa pada tahap awal pembangunan tahap II daripada RTH Sukasada ini akan bertemakan Empat Pilar Kebangsaan Indonesia. Empat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Tema ini untuk mendukung tema awal yang diberikan Bupati Agus Suradnyana yaitu Sejarah Bung Karno. Bung Karno sendiri yang mencetuskan Empat Pilar Kebangsaan tersebut.

 

“Bung Karno selalu mengingatkan rakyatnya akan Empat Pilar Kebangsaan tersebut. Empat Pilar Kebangsaan Indonesia ini yang harus ditanamkan pada seluruh golongan masyarakat agar seluruh masyarakat bisa hidup berdampingan walaupun berbeda secara ras, agama ataupun golongan,” ujarnya.

 

Pihaknya juga menambahkan RTH ini akan dibangun beberapa relief ataupun diorama. Relief ini akan menceritakan sejarah Bung Karno yang mana ibunya berasal dari Kabupaten Buleleng. Relief ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah tersebut. Selain untuk pusat rekreasi, RTH ini nantinya juga akan berfungsi sebagai pusat edukasi. Memberikan pelajaran kepada masyarakat bahwa Bung Karno ataupun ibunya berasal dari Kabupaten Buleleng.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Surattini, S.T., mengungkapkan, bahwa presentasi ini merupakan presentasi awal dari DED yang sudah disusun sebelumnya. Nantinya, DED ini akan terus diperbaiki serta melakukan koordinasi dengan bupati dan tokoh masyarakat yang mengerti akan sejarah yang sebenarnya. Ditargetkan pembangunan tahap II RTH Sukasada ini ditenderkan bulan Juni 2017.

 

“Ini baru laporan dulu atau presentasi awal. Nantinya kami akan terus berkoordinasi, baik itu dengan bapak Putu Agus Suradnyana selaku Bupati Buleleng maupun tokoh-tokoh masyarakat yang belum mengerti akan sejarah tentang Soekarno (Bung Karno), dan perlu diketahui, proyek ini dianggarkan sebesar Rp6,7 milyar untuk digunakan pembuatan taman non finishing diluar pembangunan patung Bung Karno,” ungkapnya. Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here