Ratusan Hektar Sawah Kekeringan, Kades Rancajaya Harapkan Perbaikan Sekunder
Ratusan Hektar Sawah Kekeringan, Kades Rancajaya Harapkan Perbaikan Sekunder

Ratusan Hektar Sawah Kekeringan, Kades Rancajaya Harapkan Perbaikan Sekunder

PATOKBEUSI-SUBANG, (PERAKNEW).- Dari luas seluruhnya 400 Hektar areal pertanian di Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, sekitar 300 Hektar mengalami kekeringan dimusim tanam tahun ini. Pasalnya, setiap musim ketiga/ kemarau tiba, sawah dilokasi tersebut selalu mengalami kekeringan atau kekurangan air.

 

“Kekeringan ini dikarenakan aliran air disaluran sekunder BTT 27 hingga BTT 24 ini tidak normal, tanggulnya sering rusak dan jebol, tadi saja kami baru selesai melakukan kegiatan gorong royong perbaikan tanggul menggunakan biaya swadaya. Tidak hanya itu, ditambah juga, banyak mencapai ratusan hektar sawah teknis disekitar saluran ini yang dijadikan kolam-kolam ikan yang bisa menguras air disekunder setiap sesudah melakukan panen ikannya,” ungkap Kepala Desa Rancajaya, Kosasih dirumahnya, Senin (22/5).

 

Ia berharap, “kami hanya bisa bermimpi dan berharap penuh, memohon kepada para pihak terkait, dalam hal ini kepada pemerintah pusat, baik tingkat kabupaten hingga pusat, agar masalah yang mengakibatkan seringnya kesulitan air pertanian kami ini segera bisa dibenahi dan tidak ada lagi sawah yang mengalami kekeringan.” Tandasnya memohon.

 

Seperti telah diberitakan Perak diedisi sebelumnya, bahwa sudah sejak lama, para petani di Desa Rancajaya dan Rancamulya, Kec. Patokbeusi, Kab. Subang mengharapkan bantuan dari pemerintah terkait dalam hal normalisasi saluran sekunder dilokasinya dimaksud, yang merupakan sumber air untuk mengairi ratusan hektar sawah mereka.

 

Sekretaris Desa (Sekdes) Rancamulya, Bisri, S.E., Sabtu, (25/3/2017) didampingi oleh para tokoh petani setempat diantaranya bernama, H. Ma’at, Enjang Irawan, Muktar, Wirta dan Damik mengungkapkan, “Pada initinya atas masalah sawah selalu kekurangan air yang terjadi sudah bertahun-tahun ini, karena kebutuhan air sawah yang darurat hingga sekarang ini, kepada pemerintah daerah maupun pusat melalui pihak pengairan jangan janji saja bisanya, kami memohon bukti agar segera dilakukan normalisasi menggunakan alat berat,” ungkapnya seraya disepakati oleh para tokoh petani. Hendra/Rohman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here